Assalamualaikum..
Malam readers,
Malam ini saya akan berbagi
tentang sebuah topic yang berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu
teknologi. Namun sebelum lebih jauh saya akan menuliskan sebuah kisah yang saya
dapatkan dari sebuah film science-fiction berjudul Surrogate.
Film yang diperankan oleh Bruce
Wilis ini berkisah tentang suatu jaman di masa depan, seorang
ahli berhasil menciptakan robot yang mampu menjadi pengganti bagi manusia.
Setiap manusia tidak perlu keluar rumah dan semua aktivitasnya dilakukan oleh
sebuah robot pengganti (Surrogates). Hal ini tentu membuat semua resiko
keamanan bagi manusia (operator) menjadi sangat terjamin. Ketika terjadi
kecelakaan, kejahatan atau apapun itu berarti hanya merusak si robot pengganti
dan operatornya tetap aman. Di sisi lain ada gerakan kelompok masyarakat yang
menolak penggunaan robot pengganti. Gerakan ini dipimpin oleh seorang “nabi”,
mereka mengganggap penggunaan robot pengganti adalah sebuah kebohongan karena
manusia tidak hidup sebagaimana mestinya dan tidak nyata.
Tapi saya tidak akan terlalu banyak memberikan beberan bagaimana
cerita selanjutnya. Yang penasaran bisa nonton sendiri..:P
Yang akan saya share pada postingan kali ini adalah inti dari
film ini sendiri, yaitu ketika teknologi yang pada awalnya dijadikan sebagai
alat bantu untuk manusia justru beralih fungsi dengan mendominasi dan menguasai
kehidupan manusia itu sendiri.
Di abad 21 seperti sekarang ini, fungsi teknologi benar-benar
sangat luar biasa. Mulai dari pekerjaan rumah tangga, pekerjaan kantoran dan
sendi-sendi kehidupan yang lain telah didominasi oleh keberadaan teknologi.
Para ahli dan orang-orang cerdas berlomba-lomba menciptkan
alat-alat yang serba canggih. Setiap hari ada saja terobosan baru yang
diciptakan dan dilempar ke pasar. Hal ini membuat kehidupan manusia sebagai
konsumen utama dimanjakan dengan
berbagai fitur canggih . Berbagai kemudahan membuat kehidupan manusia menjadi
sangat mudah. Hal ini sesuai dengan perkembangan zaman yang berputar semakin
cepat.
Namun segala sesuatu selalu memiliki 2 sisi yang beriringan. Ada
positif, ada negatif, ada baik dan ada buruk, begitu pula dengan teknologi.
Kehidupan manusia yang semakin mudah dan dinamis justru
kadangkala tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas hidup manusia itu
sendiri secara mental. Kenapa? Karena kita terlalu tergantung dengan teknologi
kita seringkali gagap dan kaku melakukan hal yang sama secara manual.
Contohnya saja seperti ini; dengan adanya media internet kita
semakin mudah mengakses segala sesuatu, termasuk ketika mengerjakan tugas
kampus ataupun tugas sekolah. Nah, karena saking banyaknya informasi yang
tersedia diinternet maraklah kebiasaan yang disebut budaya copas (copy-paste).
Kita tinggal mencari materi yang kita butuhkan, dicopy dan dipaste menjadi
sesuatu yang baru, ta ra!!! Dan jadilah tugas itu dengan cepat dan kilat.
Namun
budaya ini disadari ataupun tidak sebenarnya merusak secara perlahan. Dengan
kemudahan akses yang ada, kita semakin malas untuk belajar mencari tahu dan
membaca buku. Orang lebih senang segala sesuatu yang instan, tanpa berusaha
mencari ide yang orisinil. Itu baru salah satu contoh dari dampak yang dapat
diberikan oleh teknologi.
Pada dasarnya teknologi membuat hidup manusia menjadi lebih
mudah, namun dibalik itu banyak juga hal yang harus kita korbankan. Segala
sesuatu yang ada hendaknya kita gunakan secara bijaksana. Jangan sampai
berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan justru akn menghasilkan hal-hal yang
kurang baik.
Teknologi ya tetaplah teknologi, dia hanya sekadar alat bantu
yang digunakan manusia untuk membuat hidupnya lebih efisien. Jangan sampai kita
menjadi addict dengan teknologi itu sendiri yang pada akhirnya membuat kita
kehilangan jati diri kita sebagai seorang manusia. Seperti yang terjadi dalam
Surrogate.
Karena manusia adalah mahluk paling sempurna yang diturunkan Sang
Pencipta di muka bumi. Mahluk yang memiliki kemampuan untuk berpikir dan
menciptakan ide-ide yang luar biasa. Awal dari teknologi adalah ide manusia,
jadi jangan sampai pada akhirnya nanti kita yang akan dikuasai oleh teknologi
itu sendiri.


EmoticonEmoticon