Bulukumba " Butta Panrita Lopi "

00.00 7
Bulukumba adalah Salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan. Sebuah kota yang terletak antara kab. Bantaeng dan Kab. Sinjai.  
Kota yang memiliki julukan Butta Panrita Lopi yang artinya tanah asal para pelaut ulung.  Tak berlebihan memang rasanya Bulukumba diberi julukan ini, karena pelaut-pelaut ulung banyak terlahir dari daerahku yang tercinta ini. Bahkan kapal kayu tradisional yang disebut Phinisi menjadi kapal kayu tradisional pertama yang mampu berlayar sampai ke Kanada. Sungguh membanggakan bukan?
Bulukumba adalah sebuah daerah yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah.  Memilki kekayaan alam yang mampu membuat para pelancong akan betah berlama-lama. 

Berikut  disajikan beberapa objek wisata yang patut, kudu, harus, must to visit jika kamu ke Bulukumba:

Pantai Bira



Pantai Pasir putih yang sangat terkenal dan memilki pemandangan yang mampu memanjakan para pelancong yang berkunjung. Di sepanjang pantai terdapat pasir putih yang halus, pengunjung juga dapat menikmati keindahan 2 pulau yang ada didepannya yaitu pulau Liukang loe dan pulau Kambing (tidak berpenghuni), dan pada latar belakangnya tampak membumbung tinggi gunung Puang Janggo . Terletak di Kecamatan Bonto Bahari, sekitar 45 Km dari kota Bulukumba.  
Untuk bisa sampai ketempat ini kita bisa menggunakan mobil sewa dari Terminal Bulukumba. Atau kendaraan lain yang menjadi pilihan kamu. Kalau kebanyakan teman-teman ku yang ingin pergi ke Pantai Bira, biasanya memilih menggunakan sepeda motor, alasannya biar lebih bebas menikmati pemandangan yang tak kalah cantik disepanjang perjalanan. Untuk para pelancong yang baru pertama kali datang ke Bira tak perlu khawatir karena tempat ini telah dilengkapi fasilitas berupa tempat parkir, penginapan, hotel, restaurant dan lain-lain.  

Tana Beru-Tempat pembuatan kapal Tradisional




Sebelum mencapai pantai Bira, sekitar 24 km dari kota bulukumba kita akan melewati sebuah kawasan yang akan memanjakan mata kita dengan melihat pembuatan kapal kayu tradisional yang dikenal dengan Kapal Phinisi. Jika penasaran apa itu kapal Phinisi, kamu bisa melihat gambarnya di lembaran uang seratus rupiah yang warna merah itu (ketahuan umurnya,hihihi). Disana kita bisa melihat keterampilan dan kepiawaian para pengerajin dalam membuat kapal kayu. Dan asal kamu tahu, rata-rata yang memesan kapal Phinisi adalah orang luar negeri dan harganya bisa sampai milyaran rupiah. Jadi kapal Phinisi itu selain untuk mempertahankan warisan budaya leluhur juga dijadikan mata pencaharian bagi masyarakat lokal disana.

 Phinisi itu buatan lokal selera International kan.. ^^


 Kawasan Adat Ammatoa- Kajang


Ini dia yang paling menarik di Bulukumba kalau menurutku, Kawasan Amma’toa- Kajang. Kawasan ini terletak sekitar 56 km dari kota Bulukumba. Disini kamu bisa melihat kehidupan masyarakat adat suku Kajang yang sangat sederhana namun sangat eksotis.
Dikawasan ini, hutan dan alam masih sangat terjaga dengan baik. Orang-orang tidak sembarangan dan serampangan dalam mengelola alam. Semuanya dilakukan dengan terukur sesuai dengan aturan adat yang telah ditetapkan. Pemimpin suku Kajang disebut sebagai Amma’toa
Cara hidup suku kajang juga masih sangat sederhana, bahkan mereka menutup diri dari perkembangan dunia luar. Ciri khas dari suku Kajang yang lain adalah mereka sehari-hari menggunakan pakaian serba Hitam. Bukan saja didalam kawasan adat, kalau bepergian keluar kampung mereka juga menggunakan pakaian,sarung tenun,dan ikat kepala berwarna HITAM. Begitupun jika ada pendatang yang ingin memasuki kawasan adat, mereka harus berpakain serba hitam. 


Kalau didaerah Banten kamu mengenal suku Baduy, maka di Makassar khususnya Bulukumba ada suku Kajang.
Hal yang paling menarik menurutku adalah bagaimana hidup mereka yang sederhana bahkan jauh dari kesan materialis yang sedang marak sekarang ini. Suku Kajang tetap hidup bersahaja dengan segala kearifan lokal yang mereka miliki tanpa pernah takut akan digilas oleh roda perputaran Zaman.
Ah….suku Kajang memang keren.


Itu tadi beberapa objek wisata yang bisa kamu kunjungi jika berkunjung ke Bulukumba. Selain bisa memanjakan mata dengan pemandangan alam yang indah, kamu juga bisa belajar tentang kearifan lokal.

Ini yang membuat saya selalu rindu dan ingin selalu kembali ketanah kelahiranku. Bulukumba is Cool, right?