タスクの疲れ

07.05 0

Huah…long time no see..
Kayaknya ini blog ku’ sudah banyak sarang laba-labanya..seandainya ini dianalogikan sebagai sebuah rumah, kumuh dan tidak terawat…hiks…
Sibuk..sibuk dan sibuk…tugas yang deadline lagi berada ditingkat yang menjemukan…huah….ini resiko jadi mahasiswa,,,

タスクの疲れ


Semangat itu seringkali meredup,,,,,,
Namun semoga tetap ada dan tidak pernah hilang…..*keep fighting kakak ^^
*semoga lain kali tulisannya bisa lebih panjang,,,,amiin..

Kisah uang 1000 dan uang 100000

06.42 0

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapimengalami nasib yang berbeda.Keduanya sama-sama dicetak di PERURIdengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik.Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribubertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.
Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :"Ya, ampiiiuunnnn.………. darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan…… bau!
Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ….. Ada apa denganmu?"
it's very different T_T

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :"Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tigahari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. 
Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur,saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuhdengan darah dan taik ayam.
Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke 'baluang' (pren : tau kan baluang…?) Inang-inang. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh,karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas……."
Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: "Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, akudisimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yangbagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu."
Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya :"Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!"
"Apa itu?" uang seratus ribu penasaran.
"Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau ditempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana….."

Semoga menjadi refleksi sederhana tapi berbobot bagi kita semua.^^
source : freestress.com

Nice Quotes from Detective Conan

06.06 1


Cute Conan-Kun

1. Detektif yang berhasil menangkap pelaku dengan hipotesanya tapi membiarkan si pelaku bunuh diri... Sama saja dengan pembunuh 
(Conan Edogawa)

2.
 Pencuri adalah seniman yang sangat terampil dalam hal mencuri barang, sedangkan detektif tak lebih dari tukang kritik yang mencari-cari kesalahan orang!
(Kaitou Kid)

3.
 Manusia tak akan bisa menahan lajunya waktu. Jika memaksa memutarnya, manusia akan mendapat hukuman...
(Ai Haibara)

4.
 Kalau lari terus, aku tak akan menang!! 
(Ayumi Yoshida)

5.
 Bodoh.. Detektif juga manusia, bukan Tuhan yang tahu segala... 
(Shinichi Kudo)

6.
 Suatu saat, mungkin tidak ada lagi orang yang bisa diandalkan... 
(Jodie Saintemillion)

7.
 Sebab, kita tidak tahu kapan manusia akan mati... 
(Heiji Hattori)

8.
 Jika ditempat itu ada detektif, kejahatan sempurna tak mungkin dilakukan
(Conan Edogawa)

9.
 Jangan lupakan, sebab orang yang sudah tiada hanya bisa hidup di dalam hati manusia
(Matsuda Jinpei/Wataru Takagi)

10.
 Aku akan membersihkan kejahatan ini, dan Jepang akan sempurna
(Kogoro Mouri)

11.
 Kejar terus bintang sampai batas akhir! 
(Chiba)

12.
 Walaupun aku harus hilang dari hatinya, aku harus tersenyum seperti anak kecil
(conan)

13.
 Hidup itu pendek... Tidak ada yang tahu kapan manusia akan mati...
(Heiji Hattori)

14.
 Keberanian adalah kata kebenaran untuk membangkitkan semangat diri... Tidak boleh digunakan sebagai alasan membunuh orang...
(Ran Mouri)

15.
 Seorang pengkhianat tak akan punya tempat...
(Ai Haibara)

16.
 Kalau hitam dan hitam bersatu, tetap saja jadi hitam.
(Gin)

17.
 Jangan lari dari takdirmu sendiri...
(Conan Edogawa)

18.
 Kalau aku lenyap bersama hujan di tempat hukuman mati seperti Mary, mungkin dia akan seperti anjing kesayangannya yang melemparkan diri ke sungai untuk mengejarku.
(Ai Haibara)

19.
 Sembunyi dengan rasa takut karena mungkin suatu saat akan ditemukan sangat menyengsarakan...
(Ai Haibara)

20.
 Naluri detektif, bisa merasakan hawa mereka yang memiliki nafsu membunuh!
(Conan Edogawa)

21.
 Benda yang tersisa kecuali yang tidak ada, semuanya tak bisa dipercaya
(Shinichi Kudo)

22.
 Sama saja seperti mesin penjual jus kaleng. Kau akan bisa melepaskan dahaga jika kau masukkan uangmu, tapi tanpa uang, kau tak akan mendapatkan apapun! Uang tak bisa membeli hati manusia...
(Ai Haibara)

23.
 Aku tahu itu sulit untuk diungkapkan, tapi sebagai pria, kau harus berani dan kau harus mengatakannya...
(Ran Mouri)

24.
 Bagaimana bisa orang yang membunuh dengan senyuman dikatakan orang baik?!
(Jodie Saintemillion)

25.
 Bodoh... Jangan menilai orang dari luar... Seperti mawar yang indah yang memiliki duri, semakin baik orang dilihat dari luar, semakin perlu kau ragukan hatinya...
(Ai Haibara)

26.
 Seandainya saja pembunuh hanya berada didalam game dan drama TV... Sebab, perasaan kehilangan seseorang tidak bisa dibandingkan dengan perasaan di game dan drama TV...
(Kogoro Mouri)

27.
 Bodoh! Dikatakan pembunuhan karena manusia yang melakukannya! Juga, tidak ada hal yang mustahil!
(Heiji Hattori)

28.
 Rahasia adalah modal seorang pria...
(George Kirishima)

29.
 Jalan yang kau tempuh, harus indah seperti bunga dan kuat seperti pohon 
(Sanjuro Tsurugi)

30.
 Tentara yang kuat seperti apapun, saat kesulitan pasti akan melihat kearah komandannya.
(Kaito Kid)

31.
 Bodoh, tahu isinya sebelum membuka, itulah detektif 
(Conan Edogawa)

32.
 Biarkanlah rahasia tetap menjadi rahasia...
(Kaitou Kid)

33.
 Jika kita menang karena ini, kita bisa jadi legenda!
(Shinichi Kudo)

sources : freestress.yolasite.com


Ketika Aktivitas Menjadi Membosankan....

07.36 2



Pada awalnya manusialah yang menciptakan kebiasaan. Namun lama kelamaan, kebiasaanlah yang menentukan tingkah laku manusia.

Ada seseorang yang hidupnya amat miskin. Namun walaupun ia miskin ia sangat rajin membaca.

Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas. Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu tersebut, ia segera berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu.

Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila dipegang. Seperti halnya bila kita menyentuh mahluk hidup lainnya. Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya dingin-dingin saja.

Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kedalam laut. Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu. Kini menggenggam dan membuang batu adalah kebiasaannya.

Suatu hari secara tak sadar, batu yang dicari itu tergenggam dalam tangannya. Namun karena telah terbiasa membuang batu ke laut, maka batu ajaib itu pun tak luput terbang ke laut dalam. Lelaki miskin itu melanjutkan ‘ permainannya’ memungut dan membuang batu. Ia kini telah lupa apa yang sedang dicarinya.

Pernahkah kita merasakan kalau hidup ini hanyalah sebuah rentetan perulangan yang membosankan?

Dari kecil, kita sebenarnya sudah dapat merasakannya. Kita harus bangun pagi-pagi untuk bersekolah. Lalu pada siangnya kita pulang, mungkin sambil melakukan aktivitas lainnya, sperti belajar, menonton tv, tidur. Keesokan harinya kita kembali bangun pagi untuk bersekolah, melakukan aktivitas seperti hari kemarin. Hal itu berulang kali kita lakukan bertahun-tahun ! Hingga akhirnya tiba saatnya menginjak ke fase berikutnya : bekerja.

Bekerja tak jauh beda dengan bersekolah. Kita harus bangun pagi-pagi untuk berangkat ke kantor, lalu pulang pada sore hari. Kemudian kita tidur. Keesokan harinya kita harus kembali bekerja lagi, dan melakukan aktivitas yang sama seperti kemarin. Sampai kapan?

Pernahkah kita merasa bosan dengan aktivitas hidup kita?

Jika anda menjawab ya, maka dengarlah nasehat ini :

“ Bila hidup ini Cuma suatu rentetan perulangan yang membosankan, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menemukan nilai baru di balik setiap peristiwa hidup…”

Artinya, jangan melihat aktivitas yang kita lakukan ini sebagai kebiasaan atau rutinitas, karena jika menganggap demikian, maka aktivitas kita akan amat sangat membosankan !!!

Cobalah maknai setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, mungkin kita akan menemukan suatu yang baru, sesuatu yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. Sesuatu yang membuat hidup kita lebih “kaya”.

“ Setiap hari merupakan hadiah baru yang menyimpan sejuta arti.”

Setuju???


Risalah Sore ini

Risalah Sore ini

01.48 0
“ Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti matahariMu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetikpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua. Pergi dan tak pernah kembali lagi.”

“ Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak akan memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang beum diciptakan dan tidak ada satupun darinya yang dapat kusebutkan.”

“ Hariku adalah hari ini “
 Hari dimana aku biasa menikmati nasi yang hangat, dapat meminum air yang jernih, dapat menghirup udara yang segar dan bersih.

“ Hariku adalah hari ini “
 Hari dimana aku akan menyibukkan diri untuk memperbaiki keadaan, mengembangkan potensi dalam diriku dan mensucikan setiap amalanku.

“ Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Allah Swt, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat sunnah nafiah, berpegang teguh pada Al-qur’an, mengkaji segala yang bermanfaat, dan mempelajari ilmu yang akan menjadikanku orang yang lebih baik bagiMu. ”


"La Tahzan- Jangan bersedih"


Sebuah tempat yang kusebut " Rumah "

08.04 0

Sebuah bangunan sederhana berdiri tegak dihadapanku. Sebuah bangunan yang agak terlihat kusam namun tak kehilangan kegagahannya. Bangunan ini memang telah lama dihuni oleh keluarga kami. Warna cokelat yang nampak begitu mendominasi tampak begitu kontras dengan tanaman-tanaman liar serta rumput berwarna hijau yang tumbuh disepanjang pekarangan. Berjalan beberapa langkah memasuki pekarangan, mata kita akan dimanjakan oleh beberapa pot berisi bunga, ada kamboja yang berwarna merah jambu, ada ada bunga lain yang tak kutahu apa namanya serta beberapa tanaman obat yang memang sengaja ditanam oleh sang empunya rumah. Namun sekarang bunga-bunga itu tak lagi secantik dulu. Banyak yang telah layu dan mati karena kurang terawat..T_T


Memang ibu kami adalah seorang wanita yang suka tanaman meskipun ia tak cekatan seperti bapak yang telah menghabiskan hampir separuh umurnya untuk berkebun. Dan karena ibu tak terbiasa ke kebun jadilah ia menyulap sebagian teras kami untuk tempatnya menanam bunga dalam pot. Setiap sore beliau akan menyirami sendiri tanaman kesayangannya itu, namun apabila beliau terlalu sibuk maka ia akan meminta adikku untuk menyiraminya agar tak layu.

Sedikit masuk ke dalam rumah, kita akan langsung memasuki sebuah ruangan berwarna hijau dengan sebuah sofa cokelat yang sebagian telah koyak. Sebuah lukisan Tanah Haram terpajang anggun di dinding ruangan. Inilah ruang tamu kami. Tempat kami menerima kunjungan dari keluarga lain, atau bahkan tempat kami bertatap muka dengan orang asing yang pada akhirnya akan menjadi teman kami, meskipun tidak semuanya
.
Sedikit masuk agak kedalam akan terlihat sebuah ruangan yang normalnya akan disebut “ ruang keluarga”, namun di rumah kami, sepertinya ruangan itu tidak berfungsi sebagaimana mestnya, Walaupun kadang-kadang kami akan berkumpul disana sesekali. Warna hijau tetap mendominasi ruangan ini. Selain itu berbatasan dengan ruangan ini, ada dua kamar terpisah, kamar ibu dan kamar bapak serta satu kamar lagi yang menjorok agak kedepan, disitu idealnya digunakan sebagai ruang tidur tamu, namun entah kenapa ruangan itu menjadi semacam gudang di rumah ini. 

Agak kedalam lagi akan kita jumpai sebuah dapur dimana sang ibu rumah tangga berperan penting dalam keluarga kami, ya menyiapkan makanan untuk anggota keluarga yang lain. 

Itulah gambaran sederhana tentang sebuah tempat yang kusebut “ Rumah “. 

Dulu rumah ini tampak begitu sesak dengan banyaknya anggota keluarga yang ada didalamnya. Namun sekarang rumah ini sebaliknya, Dengan hanya dihuni oleh tiga orang, yaitu bapak, ibu dan adikku, semuanya terasa begitu sunyi. Seperti yang kalian tahu aku dan kedua adikku tinggal ditempat yang terpisah dengan kedua orang tua kami. Jadilah rumah itu semakin hari semakin sunyi saja, namun keadaan akan sangat berubah ketika kami semua berkumpul di rumah ini. Seperti pada saat bulan Ramadhan rumah akan kembali ramai oleh kegaduhan kami. Dan inilah saat yang sebenarnya sangat dirindukan oleh ibu kami, Ketika kami anak-anaknya dapat berkumpul dan makan bersama di rumah ini. Ibu kami akan menyambut kami dengan senyuman dan tawa khas yang renyah, ah for me she is the real mom...!!!

Sebuah tempat yang kusebut “ rumah “ adalah sebuah tempat dimana aku bisa menemukan orang-orang yang bisa menerima aku apa adanya. Sebuah tempat dimana aku bisa menjadi diri sendiri tanpa berusaha menjadi orang lain. Sebuah tempat dimana ada orang-orang yang senantiasa mengasihi dan menyayangiku. Sebuah tempat dimana aku bisa berkeluh kesah dengan semua perasaan yang kumiliki. 

Sebuah tempat yang kusebut “ rumah”, mungkin tak akan seindah tayangan sinetron yang sering kalian nikmati,dan mungkin tak akan seindah dongeng-dongeng yang sering diperdengarkan pada saat kalian beranjak tidur. Rumah yang kumiliki adalah sebuah rumah yang memang jauh dari kata ideal dan bahagia. Namun rumah yang aku punya adalah sebuah rumah dimana aku bisa belajar banyak hal. Belajar memang tak harus dari sesuatu yang membahagaikan kan? 

Sebuah tempat yang kusebut “ rumah” adalah sebuah tempat belajar. Tempat buat kita para penghuninya belajar kehidupan untuk pertama kalinya. Sebuah tempat bernama “rumah” adalah lebih dari “ rumah “ itu sendiri. Karena disanalah kita akan datang dan disanalah pula kita akan kembali ke sebuah “ rumah” yang jauh lebih abadi, ^^.

*tulisan yang kutulis ketika sedang menunggu sesorang yang kupanggil' kakak' ditemani oleh tetesan hujan yang semakin deras ^^

Surrogates : Ketika Teknologi telah mengambil alih kehidupan seorang manusia

08.05 0

Assalamualaikum..

Malam readers,
Malam ini saya akan berbagi tentang sebuah topic yang berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu teknologi. Namun sebelum lebih jauh saya akan menuliskan sebuah kisah yang saya dapatkan dari sebuah film science-fiction berjudul Surrogate.


Film yang diperankan oleh Bruce Wilis ini berkisah tentang suatu jaman di masa depan, seorang ahli berhasil menciptakan robot yang mampu menjadi pengganti bagi manusia. Setiap manusia tidak perlu keluar rumah dan semua aktivitasnya dilakukan oleh sebuah robot pengganti (Surrogates). Hal ini tentu membuat semua resiko keamanan bagi manusia (operator) menjadi sangat terjamin. Ketika terjadi kecelakaan, kejahatan atau apapun itu berarti hanya merusak si robot pengganti dan operatornya tetap aman. Di sisi lain ada gerakan kelompok masyarakat yang menolak penggunaan robot pengganti. Gerakan ini dipimpin oleh seorang “nabi”, mereka mengganggap penggunaan robot pengganti adalah sebuah kebohongan karena manusia tidak hidup sebagaimana mestinya dan tidak nyata.
Tapi saya tidak akan terlalu banyak memberikan beberan bagaimana cerita selanjutnya. Yang penasaran bisa nonton sendiri..:P
Yang akan saya share pada postingan kali ini adalah inti dari film ini sendiri, yaitu ketika teknologi yang pada awalnya dijadikan sebagai alat bantu untuk manusia justru beralih fungsi dengan mendominasi dan menguasai kehidupan manusia itu sendiri.
Di abad 21 seperti sekarang ini, fungsi teknologi benar-benar sangat luar biasa. Mulai dari pekerjaan rumah tangga, pekerjaan kantoran dan sendi-sendi kehidupan yang lain telah didominasi oleh keberadaan teknologi.
Para ahli dan orang-orang cerdas berlomba-lomba menciptkan alat-alat yang serba canggih. Setiap hari ada saja terobosan baru yang diciptakan dan dilempar ke pasar. Hal ini membuat kehidupan manusia sebagai konsumen utama  dimanjakan dengan berbagai fitur canggih . Berbagai kemudahan membuat kehidupan manusia menjadi sangat mudah. Hal ini sesuai dengan perkembangan zaman yang berputar semakin cepat.
Namun segala sesuatu selalu memiliki 2 sisi yang beriringan. Ada positif, ada negatif, ada baik dan ada buruk, begitu pula dengan teknologi.
Kehidupan manusia yang semakin mudah dan dinamis justru kadangkala tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas hidup manusia itu sendiri secara mental. Kenapa? Karena kita terlalu tergantung dengan teknologi kita seringkali gagap dan kaku melakukan hal yang sama secara manual.
Contohnya saja seperti ini; dengan adanya media internet kita semakin mudah mengakses segala sesuatu, termasuk ketika mengerjakan tugas kampus ataupun tugas sekolah. Nah, karena saking banyaknya informasi yang tersedia diinternet maraklah kebiasaan yang disebut budaya copas (copy-paste). Kita tinggal mencari materi yang kita butuhkan, dicopy dan dipaste menjadi sesuatu yang baru, ta ra!!! Dan jadilah tugas itu dengan cepat dan kilat. 

Namun budaya ini disadari ataupun tidak sebenarnya merusak secara perlahan. Dengan kemudahan akses yang ada, kita semakin malas untuk belajar mencari tahu dan membaca buku. Orang lebih senang segala sesuatu yang instan, tanpa berusaha mencari ide yang orisinil. Itu baru salah satu contoh dari dampak yang dapat diberikan oleh teknologi.
Pada dasarnya teknologi membuat hidup manusia menjadi lebih mudah, namun dibalik itu banyak juga hal yang harus kita korbankan. Segala sesuatu yang ada hendaknya kita gunakan secara bijaksana. Jangan sampai berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan justru akn menghasilkan hal-hal yang kurang baik.
Teknologi ya tetaplah teknologi, dia hanya sekadar alat bantu yang digunakan manusia untuk membuat hidupnya lebih efisien. Jangan sampai kita menjadi addict dengan teknologi itu sendiri yang pada akhirnya membuat kita kehilangan jati diri kita sebagai seorang manusia. Seperti yang terjadi dalam Surrogate.
Karena manusia adalah mahluk paling sempurna yang diturunkan Sang Pencipta di muka bumi. Mahluk yang memiliki kemampuan untuk berpikir dan menciptakan ide-ide yang luar biasa. Awal dari teknologi adalah ide manusia, jadi jangan sampai pada akhirnya nanti kita yang akan dikuasai oleh teknologi itu sendiri.




Sepotong Doa PadaMu ya Rabb..

Sepotong Doa PadaMu ya Rabb..

07.39 0


Rabb,

Kau dapati kami dalam lumuran dosa
Kaulah yang membersihkan

Kau dapati kami dalam kekfakiran
Kaulah yang mencukupi

Kau dapati kami dalam kelemahan
Kaulah yang menguatkan

Kau dapati kami dalam ketakutan
Kaulah yang melindungi

Kau dapati kami dalam keputusasaan
Kaulah yang menghibur

Kau dapati kami dalam kejahilan
Kaulah yang memuliakan

Untuk itu, bersihkanlah, cukupilah, kuatkanlah, lindungilah, hibur serta muliakanlah kami dengan rahmat dan kasih sayangMu yang tiada bertepi…


(hamba Allah)


Hey...Ini Aku

10.08 1

Ini tentang aku, bukan tentang kamu ataupun tentang kita.
Ini tentang aku.
Terdengar sedikit egois, sedikit sombong dan sedikit congkak, namun it’s the fact.
Ini lagi-lagi tentang aku,
Tentang duniaku yang takkan kalian selami tanpa aku jabarkan
Dengan sepotong penjabaran, aku berharap kalian mampu sedikit mengenalku.

Jika aku adalah warna....
BIRU

Jika aku adalah bunga....
SUNFLOWER

Jika aku adalah benda langit...
LANGIT BIRU

Jika aku adalah musim....
HUJAN

Jika aku adalah belahan waktu..

SENJA

Jika aku adalah hari..
SELASA


Jika aku adalah tokoh cartoon..
PATRICK STAR



Jika aku adalah sebuah tempat..

RUMAH

Jika aku adalah sebuah hadiah...
BUKU

Jika aku adalah benda....
SANDAL GUNUNG

Jika aku adalah minuman....
SEGELAS TEH HANGAT

Jika aku adalah makanan...
GADO-GADO

Jika aku adalah sebuah ketakutan....
SENDIRI
Jika aku adalah sebuah rangkaian kata....


CERITA CINTA

Dan inilah aku.....
^^

Seorang anak perempuan manja dari sebuah keluarga.

Seorang kakak sulung yang galak dari 4 orang adik.

Seorang sahabat yang cerewet dari sebuah pertemanan.

Seorang mahasiswi biasa dari sebuah Kampus.

Seorang hamba biasa dari Sang Pencipta Yang Maha Sempurna.

Seorang perempuan biasa yang bermimpi besar dan sedang berusaha menggapainya.

Salam Persahabatan.....Salam Kenal..^^

Mari Bersahabat...^^

INDRAWATY ARIFUDDIN..