Tampilkan postingan dengan label my Opinion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my Opinion. Tampilkan semua postingan

Surrogates : Ketika Teknologi telah mengambil alih kehidupan seorang manusia

08.05 0

Assalamualaikum..

Malam readers,
Malam ini saya akan berbagi tentang sebuah topic yang berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu teknologi. Namun sebelum lebih jauh saya akan menuliskan sebuah kisah yang saya dapatkan dari sebuah film science-fiction berjudul Surrogate.


Film yang diperankan oleh Bruce Wilis ini berkisah tentang suatu jaman di masa depan, seorang ahli berhasil menciptakan robot yang mampu menjadi pengganti bagi manusia. Setiap manusia tidak perlu keluar rumah dan semua aktivitasnya dilakukan oleh sebuah robot pengganti (Surrogates). Hal ini tentu membuat semua resiko keamanan bagi manusia (operator) menjadi sangat terjamin. Ketika terjadi kecelakaan, kejahatan atau apapun itu berarti hanya merusak si robot pengganti dan operatornya tetap aman. Di sisi lain ada gerakan kelompok masyarakat yang menolak penggunaan robot pengganti. Gerakan ini dipimpin oleh seorang “nabi”, mereka mengganggap penggunaan robot pengganti adalah sebuah kebohongan karena manusia tidak hidup sebagaimana mestinya dan tidak nyata.
Tapi saya tidak akan terlalu banyak memberikan beberan bagaimana cerita selanjutnya. Yang penasaran bisa nonton sendiri..:P
Yang akan saya share pada postingan kali ini adalah inti dari film ini sendiri, yaitu ketika teknologi yang pada awalnya dijadikan sebagai alat bantu untuk manusia justru beralih fungsi dengan mendominasi dan menguasai kehidupan manusia itu sendiri.
Di abad 21 seperti sekarang ini, fungsi teknologi benar-benar sangat luar biasa. Mulai dari pekerjaan rumah tangga, pekerjaan kantoran dan sendi-sendi kehidupan yang lain telah didominasi oleh keberadaan teknologi.
Para ahli dan orang-orang cerdas berlomba-lomba menciptkan alat-alat yang serba canggih. Setiap hari ada saja terobosan baru yang diciptakan dan dilempar ke pasar. Hal ini membuat kehidupan manusia sebagai konsumen utama  dimanjakan dengan berbagai fitur canggih . Berbagai kemudahan membuat kehidupan manusia menjadi sangat mudah. Hal ini sesuai dengan perkembangan zaman yang berputar semakin cepat.
Namun segala sesuatu selalu memiliki 2 sisi yang beriringan. Ada positif, ada negatif, ada baik dan ada buruk, begitu pula dengan teknologi.
Kehidupan manusia yang semakin mudah dan dinamis justru kadangkala tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas hidup manusia itu sendiri secara mental. Kenapa? Karena kita terlalu tergantung dengan teknologi kita seringkali gagap dan kaku melakukan hal yang sama secara manual.
Contohnya saja seperti ini; dengan adanya media internet kita semakin mudah mengakses segala sesuatu, termasuk ketika mengerjakan tugas kampus ataupun tugas sekolah. Nah, karena saking banyaknya informasi yang tersedia diinternet maraklah kebiasaan yang disebut budaya copas (copy-paste). Kita tinggal mencari materi yang kita butuhkan, dicopy dan dipaste menjadi sesuatu yang baru, ta ra!!! Dan jadilah tugas itu dengan cepat dan kilat. 

Namun budaya ini disadari ataupun tidak sebenarnya merusak secara perlahan. Dengan kemudahan akses yang ada, kita semakin malas untuk belajar mencari tahu dan membaca buku. Orang lebih senang segala sesuatu yang instan, tanpa berusaha mencari ide yang orisinil. Itu baru salah satu contoh dari dampak yang dapat diberikan oleh teknologi.
Pada dasarnya teknologi membuat hidup manusia menjadi lebih mudah, namun dibalik itu banyak juga hal yang harus kita korbankan. Segala sesuatu yang ada hendaknya kita gunakan secara bijaksana. Jangan sampai berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan justru akn menghasilkan hal-hal yang kurang baik.
Teknologi ya tetaplah teknologi, dia hanya sekadar alat bantu yang digunakan manusia untuk membuat hidupnya lebih efisien. Jangan sampai kita menjadi addict dengan teknologi itu sendiri yang pada akhirnya membuat kita kehilangan jati diri kita sebagai seorang manusia. Seperti yang terjadi dalam Surrogate.
Karena manusia adalah mahluk paling sempurna yang diturunkan Sang Pencipta di muka bumi. Mahluk yang memiliki kemampuan untuk berpikir dan menciptakan ide-ide yang luar biasa. Awal dari teknologi adalah ide manusia, jadi jangan sampai pada akhirnya nanti kita yang akan dikuasai oleh teknologi itu sendiri.




Tentang Sebuah NAMA

07.23 0

Malam readers,

Entah kenapa malam ini saya mau share topik ini kepada kalian. Mungkin kalian akan berfikir ini tidak terlalu penting. Tapi tunggu dulu, saya yakin setelah membaca tulisan ini kalian akan berubah pikiran.* pede.

Ya malam ini saya mau menulis tentang sebuah “ nama”.

my name is......IIN ^^


Kenapa Nama?

Karena Ketika baru lahir, orang tua kita akan mempersiapkan sebuah rangkaian panggilan yang indah buat kita yang disebut “ nama”.

Ketika ingin berkenalan dengan orang lain, hal pertama yang kita lakukan adalah memperkenalkan diri dengan " nama ".

Begitupun dengan hal-hal penting lainnya, surat-surat penting, daftar sekolah, kuliah, mencari pekerjaan, hal yang pertama kita perkenalkan adalah nama.

Nama adalah sebuah identitas. 

Identitas yang dimiliki oleh seorang pribadi yang menjadi ciri khas yang melekat padanya dan membedakannya dengan yang lain.* begitu sih kata buku yang pernah saya baca.

Sebagai identitas, seorang manusia harus berusaha menjaga nama baiknya. Tentu saja dengan hal-hal yang positif. Jangan sampai nama bagus dan indah yang diberikan oleh orang tua menjadi hilang “ keindahannya” karena hal-hal bodoh yang kita lakukan.

Orang tua kita telah susah payah, dan bercucuran air mata serta keringat memberikan nama yang paling bagus dan paling indah buat kita. Dengan harapan yang sangat besar semoga kita tumbuh menjadi “ sebagus” dan “ sebaik” nama kita.

Jadi jangan pernah meremehkan apapun dan bagaimanapun nama yang kita punya. Karena dalam kesederhanaan atau kerumitan nama yang kita punya disana ada harapan dan ada doa yang sengaja diselipkan oleh orang tua kita.

Nama juga layaknya sebuah jembatan yang menghubungkan kita dengan dunia diluar diri kita. Dengan nama, kita berkomunikasi dengan orang lain.

Dengan nama kita dikenal dan dikenang oleh dunia.

Ini bukan hanya tentang sebuah nama, namun lebih kepada sebuah harapan dan mimpi.