C Zone yang "berbahaya"

22.11

Comfort Zone
Comfort Zone atau Zona nyaman, selalu menjadi hal yang menyenangkan bagi orang-orang yang berada didalamnya. Zona dimana kita sebagi pribadi merasa sangat nyaman, aman tenteram sentosa. Zona dimana kita enggan dan malas untuk kemana-mana. Zona dimana everything seems fun


C zone aku menyebutnya. 

Zona yang banyak diinginkan orang, zona yang selalu diimpi-impikan orang.  Maka tidak aneh rasanya ketika untuk meninggalkan zona ini begitu berat dan spertinya sangat menyedihkan.
Ketika seseorang sudah berada di zona nyamannya maka akan berat untuk meninggalkannya. Karena semua yang kita butuhkan dan kita inginkan sudah tersedia.a Lebih berat lagi bagi seseorang yang sudah sejak lahir sudah menetap di zona itu. Begitulah yang aku rasakan sekarang. Walaupun tidak lahir dari keluarga yang kaya raya, namun hidupku tidak melarat juga. Ya menengahlah, kalo kata pedangdut Veti Vera “ sedang-sedang saja” :P
Ibuku adalah seorang ibu yang selalu berusaha menuruti keinginan anaknya dan senantiasa berusaha membahagaiakan anaknya semaksimal yang ia mampu. Karena sepertinya telah dbiasakan dari orok, jadilah aku yang sekarang. Seseorang yang selalu merasa nyaman dengan keadaan yang monoton dan itu-itu saja. Seseorang yang akan sangat keberatan jika keluar dari zona nyaman. Dan jadilah aku pribadi yang “agak manja, agak cengeng”.
Dan itu mulai kurasakan ketika beranjak dewasa, masih sering bersikap kekanak-kanakan. Tumbuh menjadi pribadi yang tidak tahan gertak, tidak tahan kritik dan pastinya tidak tahan banting ( ya iyalah, mang situ petinju :p).
Sudah beberapa kali aku ikut seminar, membaca buku-buku motivasi dimana rata-rata solusi yang ditawarkan untuk menjadi orang yang lebih baik adalah “ berani keluar dari zona nyaman anda”.
Dan disinilah susahnya. Aku belum bisa keluar dari zona nyamanku. Masih sering merasa keberatan jika meninggalkan zona itu. Tapi setelah berpikir lagi dan lagi, aku bisa mengambil kesimpulan bahwa, buku-buku ataupun seminar yang aku ikuti tidak akan pernah bisa mengubahku menjadi orang yang lebih baik, jika aku masih tetap nyaman berleyeh-leyeh di zona itu maka kemungkinan besar dimasa depan aku akan menjadi seorang “pecundang”, seseorang yang manja dan tidak pernah becus melakukan sesuatu.



Kesimpulan terakhir yang aku dapat adalah aku memang harus keluar dari zona nyamanku, berusaha menikmati kemalangan dan tantangan hidup, berusaha dan belajar melihat betapa banyaknya orang yang tidak seberuntung diriku. Betapa aku harus bersyukur untuk semua hal yang dianugrahkan sang Maha Pencipta padaku. Betapa aku harus belajar dan terus belajar.
Keluar dari zona nyaman akan membuat kita merasakan sensasi-sensasi hidup yang berbeda dan pastinya lebih berwarna. Keluar dari hal yang biasa walaupun susah dan berat namun pada akhirnya akan membuat kita mengenal kehidupan yang LUAR BIASA. Betapa banyaknya pelajaran hidup yang terserak menjadi mozaik-mozaik hikmah yang menunggu kita menjemputnya. Hikmah yang akan kita dapatkan hanya bila kita berani keluar dari kamar kita yang serba nyaman dan lengkap dengan fasilitasnya, berani keluar dari kehidupan yang serba monoton.
Cobalah dengan hal-hal yang kecil terlebih dahulu, mulai perlahan-lahan namun jangan pernah ditunda. Karena semakin lama memulai si C zone akan semakin menjerat kita. ^^

Note :
Ketika tulisan ini ditulis, aku juga sedang berjuang untuk meninggalkan zona nyamanku. Walaupun pelan-pelan namun aku optimis semuanya akan berhasil. ^^





Artikel Terkait

Previous
Next Post »