Chacha
nama gadis itu.
Gadis dengan tubuh minimalis, sedikit tomboy
namun manis. Gadis yang tahun ini genap berusia 20 tahun. Ah gadis yang riang
namun seringkali menyebalkan.
Di
kampus biru ini aku banyak mengenal orang baru, termasuk gadis satu ini. Beberapa
kali dia curhat padaku dan dari beberapa kali itu aku semakin mengenal dirinya.
Chacha
sebenarnya gadis yang cukup menarik dan manis, namun ia terlalu rendah diri
menurutku. Percaya dirinya yang kurang senantiasa membuatnya terkungkung dalam
rasa ragu yang sering membuatnya berdiam diri. Padahal dengan sikapnya yang
pantang menyerah dan rasa tanggung jawab yang ia miliki aku yakin ia bisa
menjadi sosok hebat lebih dari dia yang sekarang. Termasuk dalam urusan
cintanya.
Ya
Cinta, urusan yang sering aku tepis keberadaanya, namun tidak demikian bagi
Chacha.
Dari
semester awal kami di kampus biru, ia jatuh cinta pada seorang senior. Seorang
mahasiswa tingkat 3, bergaya cuek, cenderung pemberontak dan slenge’an itu
telah menancapkan sejuta rasa melalui kilatan matanya yang tajam pada sahabatku
pada awal pertemuan mereka.
Ah…
kedengarannya absurd memang, tapi tidak bagi Chacha. Dunianya berubah setelah
bertemu dengan lelaki itu, sebut saja dia Rama. Dunia Chacha yang semula
monoton, sekarang berubah menjadi lebih berwarna. Ada warna cinta, rona bahagia
ketika mengingat sang pemilik mata elang itu, wajah yang bersemu merah
tiba-tiba ketika kami meledeknya atau ketika tanpa disangka Rama melintas
didepan kami, atau wajah yang tiba-tiba mendung ketika salah satu teman kami
berseloroh bahwa Rama sekarang sudah dengan orang lain.
Pada
awalnya aku mengira semuanya hanya akan bertahan beberapa lama, paling setelah
beberapa waktu dia akan jenuh dan lupa pada perasaannya itu. Tetapi ternyata
dugaanku, dan dugaan sebagian besar teman-temanku salah besar. Ternyata sampai
hari ini, detik ini, setelah 1 tahun berlalu, Chacha masih tetap bertahan pada
rasa cintanya itu.
Ah….Sahabatku
ternyata kau memang sedang jatuh cinta…….
Setiap
hari memperhatikanmu,ada rasa kagum dan salut padamu. Kagum karena sebagai
wanita kau telah menunjukkan sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang wanita
sejati, teguh memegang rasa cinta dan setia. Namun aku kadang-kadang miris
melihatmu, kasian melihatmu harus melukis mendung diwajah mu karena engkau
dirundung galau yang tak berujung.
Ah…cahaya
cinta kadang-kadang menyilaukan….
Cahaya
cinta yang hadir dalam hidupmu bisa
membuat hidupmu jauh lebih bersinar. Dan cahaya itu juga mampu membakar hatimu
dengan sejuta cemburu.
Sementara
Rama cowok si mata elang itu,
Pernahkah
ia menyadari bahwa ada seorang gadis yang diam-diam menaruh hati padanya.
Pernahkah ia menyadari bahwa ia telah mengisi sudut hati seorang gadis yang
sangat mengaguminya setahun belakangan ini. Ah Rama, tahukah engkau telah membuat seorang gadis menikmati
harinya dengan karena dirimu. Tahukah, hanya dengan melihat sekelebat wajahmu
kau mampu menyingkirkan awan duka yang menggelayut diwajah seseorang…
Aku
ingat dengan jelas ketika Chacha sahabatku, berkisah bahwa ia bingung akan
dibawah kemana perasaanya sekarang ini. Ia tidak ingin mengungkapkan perasaannya
secara frontal kepada Rama, karena ia tidak mau berpacaran. Namun disisi lain
ia juga tidak mampu menahan perasaannya terus- menerus. Perasaan itu semakin
lama semakin menggedor-gedor pintu hatinya untuk segera diungkapkan. Mendengar
pengakuanmu entah kenapa aku juga ikut-ikutan galau……
Aku
sampai detik ini masih berfikir, sebegitu besarkah efek cinta mampu mengubah
seseorang. Mampu mengubah mendung menjadi awan yang cerah. Dan begitu pula
sebaliknya.
Kadang-kadang
aku bertanya dalam hati,
Akankah
Chacha mampu bertahan tetap mencintai si pemilik “mata elang”?
Akankah
Rama mengetahui perasaan seorang gadis yang hanya sekelebat dikenalnya itu?
Akan
bermuara dimanakah kisah cinta ini?
Akan
sesuai harapan Chacha kah?
Atau mungkin sang Maha Kuasa memilki caranya
sendiri untuk membuat Chacha bahagia?
Ah…pertanyaan-pertanyaan ini....
Hanya
Allah yang tahu kemanakah jalan takdir membawa kisah ini……..
(to be continued)
Namun
apapun Takdir itu, aku sebagai sahabatmu berharap semua ini berujung pada akhir
yang bahagia.
Note
: Tulisan ini kudedikasikan untuk seorang gadis, sahabatku, saudaraku yang
membuatku menyadari bahwa tak ada alasan yang tepat kenapa engkau bisa jatuh
cinta. Ketika membaca tulisan ini semoga engkau mampu memaknai bahwa cinta
bukan hanya sekadar memberi namun cinta itu sebuah pengorbanan. Dan muara dari
sebuah cinta adalah mampu menjadikanmu orang yang ikhlas, ikhlas untuk jalan
takdirmu. Karena Allah tahu apa yang kau butuhkan. Tetaplah jadi gadis
bersahaja. Tetaplah hadir bagiku, dan semua orang yang mencintai dan
mengasihimu…..Tetaplah menjadi dirimu sendiri.

EmoticonEmoticon