Perjalanan senja kali ini
berjalan begitu ringan, bebas, tanpa
beban, bercanda di sepanjang setapak yang dilalui. Dan tanpa kita sadari kita
harus saling mengucap perpisahan di persimpangan jalan yang akan kita lalui
masing-masing. Ah….ini terasa begitu cepat, terlalu kilat malah.
Aku mengenalmu belum genap
setahun. Pertemuan pertama di sebuah sudut kampus Biru, pertemuan yang awalnya
membuatku ragu. Jujur saat itu, dalam pikiranku kamu itu adalah sosok yang
sangar dan kejam. T_T. Jangan salahkan aku, tampangmu itu benar-benar akan
membuat orang yang bertatap denganmu akan sepakat denganku…:P
Ah….ditemani rasa raguku,
kuhampiri dirimu yang sedang duduk di sudut itu. Mengucap salam dan saling mengenalkan
diri, ah basa-basi yang sangat kaku menurutku. Diselingi rasa canggung kita
masing-masing bercerita tentang Kita. Terlalu dini memang menyebut KITA. Namun
seiring dengan mengalirnya percakapan itu, kita semakin mengenal dan akhirnya
kita betul-betul menjadi KITA.
![]() |
| pink+blue |
Dari percakapan kita, aku tahu
kamu yang sebenarnya. Ternyata tampang jutek itu tak mewakili pribadimu.
Benarlah adanya kata bijak “ don’t judge a book by their cover”. Kamu pribadi
yang menyenangkan dan ternyata bisa menyaingi kecerewetanku..*tak kuduga.
Dari hari itu kita semakin akrab
dan semakin dekat sampai detik ini. Saling berbagi cerita, suka, duka, ngobrol ngalor ngidul tentang kegiatanmu yang
seabrek dan sangat menguras energy itu. Tak seperti aku yang sepertinya sangat
miskin aktivitas. Tak bisa kubayangkan jika aku ada dalam posisimu. *Tak
terbayangkan.
Dan dari hari itu aku semakin
kagum dengan sosokmu. Kamu pribadi yang cerdas dan hebat meski terkadang kau
tak pernah menyadari itu.
Tetap jadi kamu yang apa adanya,
tetap jadi sosok yang sederhana. Tetap setia memberikan percikan-percikan
semangat untuk sekelilingmu.
*Catatan untuk seorang “ sahabat”.
"A true friend is someone who thinks that
you are a good egg even though he knows that you are slightly cracked." --
Bernard Meltzer.

EmoticonEmoticon