Tampilkan postingan dengan label CeritaKu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CeritaKu. Tampilkan semua postingan

Sebuah tempat yang kusebut " Rumah "

08.04 0

Sebuah bangunan sederhana berdiri tegak dihadapanku. Sebuah bangunan yang agak terlihat kusam namun tak kehilangan kegagahannya. Bangunan ini memang telah lama dihuni oleh keluarga kami. Warna cokelat yang nampak begitu mendominasi tampak begitu kontras dengan tanaman-tanaman liar serta rumput berwarna hijau yang tumbuh disepanjang pekarangan. Berjalan beberapa langkah memasuki pekarangan, mata kita akan dimanjakan oleh beberapa pot berisi bunga, ada kamboja yang berwarna merah jambu, ada ada bunga lain yang tak kutahu apa namanya serta beberapa tanaman obat yang memang sengaja ditanam oleh sang empunya rumah. Namun sekarang bunga-bunga itu tak lagi secantik dulu. Banyak yang telah layu dan mati karena kurang terawat..T_T


Memang ibu kami adalah seorang wanita yang suka tanaman meskipun ia tak cekatan seperti bapak yang telah menghabiskan hampir separuh umurnya untuk berkebun. Dan karena ibu tak terbiasa ke kebun jadilah ia menyulap sebagian teras kami untuk tempatnya menanam bunga dalam pot. Setiap sore beliau akan menyirami sendiri tanaman kesayangannya itu, namun apabila beliau terlalu sibuk maka ia akan meminta adikku untuk menyiraminya agar tak layu.

Sedikit masuk ke dalam rumah, kita akan langsung memasuki sebuah ruangan berwarna hijau dengan sebuah sofa cokelat yang sebagian telah koyak. Sebuah lukisan Tanah Haram terpajang anggun di dinding ruangan. Inilah ruang tamu kami. Tempat kami menerima kunjungan dari keluarga lain, atau bahkan tempat kami bertatap muka dengan orang asing yang pada akhirnya akan menjadi teman kami, meskipun tidak semuanya
.
Sedikit masuk agak kedalam akan terlihat sebuah ruangan yang normalnya akan disebut “ ruang keluarga”, namun di rumah kami, sepertinya ruangan itu tidak berfungsi sebagaimana mestnya, Walaupun kadang-kadang kami akan berkumpul disana sesekali. Warna hijau tetap mendominasi ruangan ini. Selain itu berbatasan dengan ruangan ini, ada dua kamar terpisah, kamar ibu dan kamar bapak serta satu kamar lagi yang menjorok agak kedepan, disitu idealnya digunakan sebagai ruang tidur tamu, namun entah kenapa ruangan itu menjadi semacam gudang di rumah ini. 

Agak kedalam lagi akan kita jumpai sebuah dapur dimana sang ibu rumah tangga berperan penting dalam keluarga kami, ya menyiapkan makanan untuk anggota keluarga yang lain. 

Itulah gambaran sederhana tentang sebuah tempat yang kusebut “ Rumah “. 

Dulu rumah ini tampak begitu sesak dengan banyaknya anggota keluarga yang ada didalamnya. Namun sekarang rumah ini sebaliknya, Dengan hanya dihuni oleh tiga orang, yaitu bapak, ibu dan adikku, semuanya terasa begitu sunyi. Seperti yang kalian tahu aku dan kedua adikku tinggal ditempat yang terpisah dengan kedua orang tua kami. Jadilah rumah itu semakin hari semakin sunyi saja, namun keadaan akan sangat berubah ketika kami semua berkumpul di rumah ini. Seperti pada saat bulan Ramadhan rumah akan kembali ramai oleh kegaduhan kami. Dan inilah saat yang sebenarnya sangat dirindukan oleh ibu kami, Ketika kami anak-anaknya dapat berkumpul dan makan bersama di rumah ini. Ibu kami akan menyambut kami dengan senyuman dan tawa khas yang renyah, ah for me she is the real mom...!!!

Sebuah tempat yang kusebut “ rumah “ adalah sebuah tempat dimana aku bisa menemukan orang-orang yang bisa menerima aku apa adanya. Sebuah tempat dimana aku bisa menjadi diri sendiri tanpa berusaha menjadi orang lain. Sebuah tempat dimana ada orang-orang yang senantiasa mengasihi dan menyayangiku. Sebuah tempat dimana aku bisa berkeluh kesah dengan semua perasaan yang kumiliki. 

Sebuah tempat yang kusebut “ rumah”, mungkin tak akan seindah tayangan sinetron yang sering kalian nikmati,dan mungkin tak akan seindah dongeng-dongeng yang sering diperdengarkan pada saat kalian beranjak tidur. Rumah yang kumiliki adalah sebuah rumah yang memang jauh dari kata ideal dan bahagia. Namun rumah yang aku punya adalah sebuah rumah dimana aku bisa belajar banyak hal. Belajar memang tak harus dari sesuatu yang membahagaikan kan? 

Sebuah tempat yang kusebut “ rumah” adalah sebuah tempat belajar. Tempat buat kita para penghuninya belajar kehidupan untuk pertama kalinya. Sebuah tempat bernama “rumah” adalah lebih dari “ rumah “ itu sendiri. Karena disanalah kita akan datang dan disanalah pula kita akan kembali ke sebuah “ rumah” yang jauh lebih abadi, ^^.

*tulisan yang kutulis ketika sedang menunggu sesorang yang kupanggil' kakak' ditemani oleh tetesan hujan yang semakin deras ^^

AKU + KAMU = SAHABAT

06.53 0

Perjalanan senja kali ini berjalan begitu  ringan, bebas, tanpa beban, bercanda di sepanjang setapak yang dilalui. Dan tanpa kita sadari kita harus saling mengucap perpisahan di persimpangan jalan yang akan kita lalui masing-masing. Ah….ini terasa begitu cepat, terlalu kilat malah.

Aku mengenalmu belum genap setahun. Pertemuan pertama di sebuah sudut kampus Biru, pertemuan yang awalnya membuatku ragu. Jujur saat itu, dalam pikiranku kamu itu adalah sosok yang sangar dan kejam. T_T. Jangan salahkan aku, tampangmu itu benar-benar akan membuat orang yang bertatap denganmu akan sepakat denganku…:P

Ah….ditemani rasa raguku, kuhampiri dirimu yang sedang duduk di sudut itu. Mengucap salam dan saling mengenalkan diri, ah basa-basi yang sangat kaku menurutku. Diselingi rasa canggung kita masing-masing bercerita tentang Kita. Terlalu dini memang menyebut KITA. Namun seiring dengan mengalirnya percakapan itu, kita semakin mengenal dan akhirnya kita betul-betul menjadi KITA.
pink+blue


Dari percakapan kita, aku tahu kamu yang sebenarnya. Ternyata tampang jutek itu tak mewakili pribadimu. Benarlah adanya kata bijak “ don’t judge a book by their cover”. Kamu pribadi yang menyenangkan dan ternyata bisa menyaingi kecerewetanku..*tak kuduga.

Dari hari itu kita semakin akrab dan semakin dekat sampai detik ini. Saling berbagi cerita, suka, duka, ngobrol ngalor ngidul tentang kegiatanmu yang seabrek dan sangat menguras energy itu. Tak seperti aku yang sepertinya sangat miskin aktivitas. Tak bisa kubayangkan jika aku ada dalam posisimu. *Tak terbayangkan.

Dan dari hari itu aku semakin kagum dengan sosokmu. Kamu pribadi yang cerdas dan hebat meski terkadang kau tak pernah menyadari itu.

Tetap jadi kamu yang apa adanya, tetap jadi sosok yang sederhana. Tetap setia memberikan percikan-percikan semangat untuk sekelilingmu.

*Catatan untuk seorang  “ sahabat”.


"A true friend is someone who thinks that you are a good egg even though he knows that you are slightly cracked." -- Bernard Meltzer.








Tips Irit bin Pelit buat Anak Kost

06.07 2

Akhir-akhir ini sering merasa galau dan gak pasti. Bawaannya malas ngapa-ngapain. Tapi berfikir sampai kapan mau galau terus. Galau Cuma bikin tubuh, dan pikiran jadi tidak produktif. Hehehehe. Jadi yah untuk sejenak mau lupa sama yang namanya galau dan dia….ehemm…*masih top secret.

Eh mau cerita dikit tentang awal mulanya saya kepikiran buat share topic ini. Ini awalnya dari proses baca bukunya AKD Tamat ( Anak Kost Dodol), buku panduan lengkap tentang dunia per-kos-an, cerita-cerita ngenes, konyol binti ajaib dari anak-anak kost yang pokoknya wajib dibaca buat para kos-ers mania..hihihi.


^^

Didalam buku AKD Tamat, sang author mbak Dedew Rieka,,,ngasih beberapa tips cara berhemat bin pelit yang bisa diterapkan bagi kos-ers mania. Mau tahu beberapa tipsnya? Cekidot….

1.   Narik uang di ATM cukup seminggu sekali, dan sesuaikan dengan kebutuhan kamu seminggu. Kalau bolak-balik kan capek ongkos, tenaga, ambil duit untuk beli minum kalau haus. Hihihi.

2.   Beli barang diskonan kalau perlu barang bekas, macam buku seken, rak buku seken, asal gak baju dalam seken,iuhhhhhh.


3.   Bawa botol minuman air putih kemana-mana. * jangan botol bekas air mineral ntar malah keracunan. Hihihi serem…

4.   Begitu dapat kiriman dari ortu, sisihkan dulu untuk tabungan di bank. Bukan di tukang bakso langganmu…

5.   Jalan-jalan ke mall bawa uang secukupnya, dan tinggalkan ATM di kost. * Tapi, disana dilarang utang sama teman jalan atau merengek sama pramuniaganya minta nyicil.

6.   Jangan jadikan mall sarana refreshing kamu karena banyak bisikan setan. Pilih perpustakaan atau pameran gratis sebagai gantinya.

7.   Bawa teman kalau mau belanja biar saling mengingatkan. Teman yang pelit yah, bukan yang gila shopping juga, bisa miskin dah !

8.   Makan cukup pas waktunya biar kamu enggak perlu ngemil lagi *enggak perlu porsi kuli.

9.   Tukeran buku bacaan, kaset atau DVD dengan teman.

10.  Beli kebutuhan bulanan, seperti sabun cair, sabun cuci, lotion, dll dalam bentuk isi ulang. Jadi, tinggal masukin ke dalam botol-botolnya. Hemat uang sekaligus menjaga lingkungan.

11.  Biasakan jalan kaki kalau tujuannya enggak jauh, lumayan sekalian olahraga * enggak disarankan jalan kaki Djogja-Magelang, hehehe.

12.  Jangan asal beli beli barang murah tapi cepat rusak, mending beli barang agak mahal tapi awet.

13.  Kalau tergiur beli sesuatu, piker lagi deh….. Penting enggak? Atau, sekadar pengen?

14.   Buat yang sering teleponan, cek jam tarif murah dan teleponlah pada jam-jam tersebut….hihihi.

15.  Ikutan kursus dan seminar gratis…..Manfaatkan internet untuk browsing jadwalnya…*dapat ilmu, dapat snacknya juga….^^

16.  Rajin puasa senin-kamis *pahala dapat, irit iya, badan berlekuk-liku,aih.

17.  Kalau lagi bokek, tinggal di kosan ajah. Biar enggak sakit hati lihat warna-warni dunia.

18.  Tentukan budget pengeluaran per hari dan usahakan tak lebih dari rencana * catat setiap pengeluaran termasuk membeli coki-coki dan permen dari abang-abang.

19.  Jangan lupa matikan peralatan elektronik kalau tidur atau udah enggak dipakai. * Lebih irit lagi enggak usah dinyalakan semuanya dan numpang di kamar sebelah, back to nature, kikikik.

20.  Mencuci dan menyetrika seminggu sekali atau dua kali seminggu biar irit sabun, listrik, air dan tentunya energi..hehehe.

Semoga tipsnya bisa bermanfaat bagi kos-ers mania. Hidup bisa lebih irit namun tetap maksimal….

 Salam hangat terdahsyat buat kamu semua.....*cayoooo.




CCC 1 (Cerita cinta Chacha)

06.45 0


Chacha nama gadis itu.
 Gadis dengan tubuh minimalis, sedikit tomboy namun manis. Gadis yang tahun ini genap berusia 20 tahun. Ah gadis yang riang namun seringkali menyebalkan.
Di kampus biru ini aku banyak mengenal orang baru, termasuk gadis satu ini. Beberapa kali dia curhat padaku dan dari beberapa kali itu aku semakin mengenal dirinya.

Chacha sebenarnya gadis yang cukup menarik dan manis, namun ia terlalu rendah diri menurutku. Percaya dirinya yang kurang senantiasa membuatnya terkungkung dalam rasa ragu yang sering membuatnya berdiam diri. Padahal dengan sikapnya yang pantang menyerah dan rasa tanggung jawab yang ia miliki aku yakin ia bisa menjadi sosok hebat lebih dari dia yang sekarang. Termasuk dalam urusan cintanya.

Ya Cinta, urusan yang sering aku tepis keberadaanya, namun tidak demikian bagi Chacha.
Dari semester awal kami di kampus biru, ia jatuh cinta pada seorang senior. Seorang mahasiswa tingkat 3, bergaya cuek, cenderung pemberontak dan slenge’an itu telah menancapkan sejuta rasa melalui kilatan matanya yang tajam pada sahabatku pada awal pertemuan mereka. 

Ah… kedengarannya absurd memang, tapi tidak bagi Chacha. Dunianya berubah setelah bertemu dengan lelaki itu, sebut saja dia Rama. Dunia Chacha yang semula monoton, sekarang berubah menjadi lebih berwarna. Ada warna cinta, rona bahagia ketika mengingat sang pemilik mata elang itu, wajah yang bersemu merah tiba-tiba ketika kami meledeknya atau ketika tanpa disangka Rama melintas didepan kami, atau wajah yang tiba-tiba mendung ketika salah satu teman kami berseloroh bahwa Rama sekarang sudah dengan orang lain. 

Pada awalnya aku mengira semuanya hanya akan bertahan beberapa lama, paling setelah beberapa waktu dia akan jenuh dan lupa pada perasaannya itu. Tetapi ternyata dugaanku, dan dugaan sebagian besar teman-temanku salah besar. Ternyata sampai hari ini, detik ini, setelah 1 tahun berlalu, Chacha masih tetap bertahan pada rasa cintanya itu.



 Ah….Sahabatku ternyata kau memang sedang jatuh cinta…….

Setiap hari memperhatikanmu,ada rasa kagum dan salut padamu. Kagum karena sebagai wanita kau telah menunjukkan sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang wanita sejati, teguh memegang rasa cinta dan setia. Namun aku kadang-kadang miris melihatmu, kasian melihatmu harus melukis mendung diwajah mu karena engkau dirundung galau yang tak berujung.
Ah…cahaya cinta kadang-kadang menyilaukan….

Cahaya cinta  yang hadir dalam hidupmu bisa membuat hidupmu jauh lebih bersinar. Dan cahaya itu juga mampu membakar hatimu dengan sejuta cemburu.

Sementara Rama cowok si mata elang itu,
Pernahkah ia menyadari bahwa ada seorang gadis yang diam-diam menaruh hati padanya. Pernahkah ia menyadari bahwa ia telah mengisi sudut hati seorang gadis yang sangat mengaguminya setahun belakangan ini. Ah Rama, tahukah  engkau telah membuat seorang gadis menikmati harinya dengan karena dirimu. Tahukah, hanya dengan melihat sekelebat wajahmu kau mampu menyingkirkan awan duka yang menggelayut diwajah seseorang…

Aku ingat dengan jelas ketika Chacha sahabatku, berkisah bahwa ia bingung akan dibawah kemana perasaanya sekarang ini. Ia tidak ingin mengungkapkan perasaannya secara frontal kepada Rama, karena ia tidak mau berpacaran. Namun disisi lain ia juga tidak mampu menahan perasaannya terus- menerus. Perasaan itu semakin lama semakin menggedor-gedor pintu hatinya untuk segera diungkapkan. Mendengar pengakuanmu entah kenapa aku juga ikut-ikutan galau……
Aku sampai detik ini masih berfikir, sebegitu besarkah efek cinta mampu mengubah seseorang. Mampu mengubah mendung menjadi awan yang cerah. Dan begitu pula sebaliknya. 

Kadang-kadang aku bertanya dalam hati,
Akankah Chacha mampu bertahan tetap mencintai si pemilik “mata elang”?
Akankah Rama mengetahui perasaan seorang gadis yang hanya sekelebat dikenalnya itu?
Akan bermuara dimanakah kisah cinta ini?
Akan sesuai harapan Chacha kah?
 Atau mungkin sang Maha Kuasa memilki caranya sendiri untuk membuat Chacha bahagia?
 Ah…pertanyaan-pertanyaan ini....
Hanya Allah yang tahu kemanakah jalan takdir membawa kisah ini……..
                                                                                                (to be continued)

Namun apapun Takdir itu, aku sebagai sahabatmu berharap semua ini berujung pada akhir yang bahagia.

Note : Tulisan ini kudedikasikan untuk seorang gadis, sahabatku, saudaraku yang membuatku menyadari bahwa tak ada alasan yang tepat kenapa engkau bisa jatuh cinta. Ketika membaca tulisan ini semoga engkau mampu memaknai bahwa cinta bukan hanya sekadar memberi namun cinta itu sebuah pengorbanan. Dan muara dari sebuah cinta adalah mampu menjadikanmu orang yang ikhlas, ikhlas untuk jalan takdirmu. Karena Allah tahu apa yang kau butuhkan. Tetaplah jadi gadis bersahaja. Tetaplah hadir bagiku, dan semua orang yang mencintai dan mengasihimu…..Tetaplah menjadi dirimu sendiri.









Aku dan Potongan Kenangan Masa Kecilku

Aku dan Potongan Kenangan Masa Kecilku

16.49 0

Malam ini aku melihat tayangan di televisi yang mengingatkanku pada masa kecilku. Ya masa kecil yang ku lewati beberapa tahun yang lalu. Masa kecil yang sedikit banyak telah mempengaruhiku sampai sekarang.
Dalam sebuah potongan tayangan sinetron yang sedang digandrungi anak remaja itu, aku melihat adegan dimana sang pemeran utama mengajak teman-temannya untuk melihat layar tancap……
Ya layar tancap disebuah pasar malam.
Melihat adegan itu, potongan-potongan kenangan masa kecilku, berlari dalam pikiranku….
Aku teringat ketika pada suatu malam ayahku yang setiap hari aku panggil bapak dijemput oleh rekan kerjanya. Aku merengek kepada bapak untuk ikut. Dengan terpaksa bapak mengizinkanku untuk ikut. Aku segera berlari kekamar dan berganti pakaian. Begitu senangnya diriku pada saat itu. Dengan senang hati aku dan bapak menaiki mobil dinas dari kantor bapak. Mala mini ternyata akan diadakan pemutaran film dilapangan kampungku. Sebagai pegawai Dep. Penerangan pada saat itu bapak dan rekannya sebut saja namanya om Yusuf memiliki tanggung jawab untuk mengumumkan kepada warga kampung. Dengan mobil berwarna hijau tua dengan speaker besar diatasnya, om Yusuf mengumumkan kepada warga untuk datang ke lapangan untuk menonton bersama-sama. Setelah berkeliling kampung untuk beberapa lama, Kami kembali ke lapangan. Aku melihat beberapa teman bapak yang lain sedang mendirikan sebuah layar besar berwarna puith. Tampaknya lumayan susah namun mereka terus berusaha, dan akhirnya mereka berhasil….fiuhhhhhh
Aku berlari-lari kecil disekitar bapak, ada rasa bangga yang aku rasakan. Aku bangga karena aku bisa menjadi bagian dari acara besar ini……
Dan acara pun dimulai, setelah pak dusun memberikan sambutannya akhrinya pemutaran film pun dimulai…..
Banyak orang yang datang malam ini……..
Film yang diputar malam ini adalah film laga, film yang dibintangi oleh Barry Prima aktor laga Indonesia yang sedang tenar dan digandrungi. Wajarlah jika begitu besar antusias dari warga kampung untuk datang ketempat ini…….
Aku juga bertemu dengan beberapa teman kelasku disekolah…….
Aku melihat banyak adegan yang mempertontonkan adu otot…..aku tidak terlalu menyukainya…aku tidak menikmatinya…..malahan aku asyik dengan teman-temanku bermain petak umpet…
Berbeda denganku, kulihat sekilas orang-orang dewasa begitu menikmatinya. Bahkan setiap pemeran utamanya kalah maka ibu-ibu yang hadir akan menjerit-jerit….aku dan teman-teman hanya tersenyum penuh tanda Tanya,,,,apa sebenarnya yang terjadi….
Pikiran anak-anak kami pada saat itu belum bisa menjangkau apa yang sebenarnya ada dalam benak orang-orang dewasa ini……………
Pada waktu kami masih anak-anak kecil yang menikmati segala hal yang terjadi dengan apa adanya. Kami masih ingusan. Sementara orang-orang tua kami asyik menonton, kami menghilang dibalik sesaknya orang-orang. Kami saling mencari satu sama lain. Setelah semuanya berkumpul kembali, kami sama-sama tertawa.
Setelah 2 jam lewat, film yang diputar sudah selesai. Orang-orang pulang satu-persatu. Semua pulang dengan membawa cerita masing-masing. Sama halnya denganku. Ceritaku malam ini akan berbeda dengan yang lain. Dan ceritaku mala mini akan melengkapi potongan-potongan kenangan masa kecilku.
Hmh…….., sekarang hampir 13 tahun waktu terlewati, potongan kenangan kecilku itu semakin lama semakin memudar. Aku tak tahu apa sahabat-sahabat kecilku masih menyimpan potongan itu dalam kenangan mereka, Entah……..