Malam ini aku melihat tayangan di
televisi yang mengingatkanku pada masa kecilku. Ya masa kecil yang ku lewati
beberapa tahun yang lalu. Masa kecil yang sedikit banyak telah mempengaruhiku
sampai sekarang.
Dalam sebuah potongan tayangan
sinetron yang sedang digandrungi anak remaja itu, aku melihat adegan dimana
sang pemeran utama mengajak teman-temannya untuk melihat layar tancap……
Ya layar tancap disebuah pasar
malam.
Melihat adegan itu,
potongan-potongan kenangan masa kecilku, berlari dalam pikiranku….
Aku teringat ketika pada suatu
malam ayahku yang setiap hari aku panggil bapak dijemput oleh rekan kerjanya.
Aku merengek kepada bapak untuk ikut. Dengan terpaksa bapak mengizinkanku untuk
ikut. Aku segera berlari kekamar dan berganti pakaian. Begitu senangnya diriku
pada saat itu. Dengan senang hati aku dan bapak menaiki mobil dinas dari kantor
bapak. Mala mini ternyata akan diadakan pemutaran film dilapangan kampungku.
Sebagai pegawai Dep. Penerangan pada saat itu bapak dan rekannya sebut saja
namanya om Yusuf memiliki tanggung jawab untuk mengumumkan kepada warga
kampung. Dengan mobil berwarna hijau tua dengan speaker besar diatasnya, om
Yusuf mengumumkan kepada warga untuk datang ke lapangan untuk menonton
bersama-sama. Setelah berkeliling kampung untuk beberapa lama, Kami kembali ke
lapangan. Aku melihat beberapa teman bapak yang lain sedang mendirikan sebuah
layar besar berwarna puith. Tampaknya lumayan susah namun mereka terus
berusaha, dan akhirnya mereka berhasil….fiuhhhhhh
Aku berlari-lari kecil disekitar
bapak, ada rasa bangga yang aku rasakan. Aku bangga karena aku bisa menjadi
bagian dari acara besar ini……
Dan acara pun dimulai, setelah
pak dusun memberikan sambutannya akhrinya pemutaran film pun dimulai…..
Banyak orang yang datang malam
ini……..
Film yang diputar malam ini
adalah film laga, film yang dibintangi oleh Barry Prima aktor laga Indonesia
yang sedang tenar dan digandrungi. Wajarlah jika begitu besar antusias dari
warga kampung untuk datang ketempat ini…….
Aku juga bertemu dengan beberapa
teman kelasku disekolah…….
Aku melihat banyak adegan yang
mempertontonkan adu otot…..aku tidak terlalu menyukainya…aku tidak
menikmatinya…..malahan aku asyik dengan teman-temanku bermain petak umpet…
Berbeda denganku, kulihat sekilas
orang-orang dewasa begitu menikmatinya. Bahkan setiap pemeran utamanya kalah
maka ibu-ibu yang hadir akan menjerit-jerit….aku dan teman-teman hanya
tersenyum penuh tanda Tanya,,,,apa sebenarnya yang terjadi….
Pikiran anak-anak kami pada saat
itu belum bisa menjangkau apa yang sebenarnya ada dalam benak orang-orang
dewasa ini……………
Pada waktu kami masih anak-anak
kecil yang menikmati segala hal yang terjadi dengan apa adanya. Kami masih
ingusan. Sementara orang-orang tua kami asyik menonton, kami menghilang dibalik
sesaknya orang-orang. Kami saling mencari satu sama lain. Setelah semuanya
berkumpul kembali, kami sama-sama tertawa.
Setelah 2 jam lewat, film yang
diputar sudah selesai. Orang-orang pulang satu-persatu. Semua pulang dengan
membawa cerita masing-masing. Sama halnya denganku. Ceritaku malam ini akan
berbeda dengan yang lain. Dan ceritaku mala mini akan melengkapi
potongan-potongan kenangan masa kecilku.
Hmh…….., sekarang hampir 13 tahun
waktu terlewati, potongan kenangan kecilku itu semakin lama semakin memudar.
Aku tak tahu apa sahabat-sahabat kecilku masih menyimpan potongan itu dalam
kenangan mereka, Entah……..
EmoticonEmoticon