Aku dan Potongan Kenangan Masa Kecilku

16.49

Malam ini aku melihat tayangan di televisi yang mengingatkanku pada masa kecilku. Ya masa kecil yang ku lewati beberapa tahun yang lalu. Masa kecil yang sedikit banyak telah mempengaruhiku sampai sekarang.
Dalam sebuah potongan tayangan sinetron yang sedang digandrungi anak remaja itu, aku melihat adegan dimana sang pemeran utama mengajak teman-temannya untuk melihat layar tancap……
Ya layar tancap disebuah pasar malam.
Melihat adegan itu, potongan-potongan kenangan masa kecilku, berlari dalam pikiranku….
Aku teringat ketika pada suatu malam ayahku yang setiap hari aku panggil bapak dijemput oleh rekan kerjanya. Aku merengek kepada bapak untuk ikut. Dengan terpaksa bapak mengizinkanku untuk ikut. Aku segera berlari kekamar dan berganti pakaian. Begitu senangnya diriku pada saat itu. Dengan senang hati aku dan bapak menaiki mobil dinas dari kantor bapak. Mala mini ternyata akan diadakan pemutaran film dilapangan kampungku. Sebagai pegawai Dep. Penerangan pada saat itu bapak dan rekannya sebut saja namanya om Yusuf memiliki tanggung jawab untuk mengumumkan kepada warga kampung. Dengan mobil berwarna hijau tua dengan speaker besar diatasnya, om Yusuf mengumumkan kepada warga untuk datang ke lapangan untuk menonton bersama-sama. Setelah berkeliling kampung untuk beberapa lama, Kami kembali ke lapangan. Aku melihat beberapa teman bapak yang lain sedang mendirikan sebuah layar besar berwarna puith. Tampaknya lumayan susah namun mereka terus berusaha, dan akhirnya mereka berhasil….fiuhhhhhh
Aku berlari-lari kecil disekitar bapak, ada rasa bangga yang aku rasakan. Aku bangga karena aku bisa menjadi bagian dari acara besar ini……
Dan acara pun dimulai, setelah pak dusun memberikan sambutannya akhrinya pemutaran film pun dimulai…..
Banyak orang yang datang malam ini……..
Film yang diputar malam ini adalah film laga, film yang dibintangi oleh Barry Prima aktor laga Indonesia yang sedang tenar dan digandrungi. Wajarlah jika begitu besar antusias dari warga kampung untuk datang ketempat ini…….
Aku juga bertemu dengan beberapa teman kelasku disekolah…….
Aku melihat banyak adegan yang mempertontonkan adu otot…..aku tidak terlalu menyukainya…aku tidak menikmatinya…..malahan aku asyik dengan teman-temanku bermain petak umpet…
Berbeda denganku, kulihat sekilas orang-orang dewasa begitu menikmatinya. Bahkan setiap pemeran utamanya kalah maka ibu-ibu yang hadir akan menjerit-jerit….aku dan teman-teman hanya tersenyum penuh tanda Tanya,,,,apa sebenarnya yang terjadi….
Pikiran anak-anak kami pada saat itu belum bisa menjangkau apa yang sebenarnya ada dalam benak orang-orang dewasa ini……………
Pada waktu kami masih anak-anak kecil yang menikmati segala hal yang terjadi dengan apa adanya. Kami masih ingusan. Sementara orang-orang tua kami asyik menonton, kami menghilang dibalik sesaknya orang-orang. Kami saling mencari satu sama lain. Setelah semuanya berkumpul kembali, kami sama-sama tertawa.
Setelah 2 jam lewat, film yang diputar sudah selesai. Orang-orang pulang satu-persatu. Semua pulang dengan membawa cerita masing-masing. Sama halnya denganku. Ceritaku malam ini akan berbeda dengan yang lain. Dan ceritaku mala mini akan melengkapi potongan-potongan kenangan masa kecilku.
Hmh…….., sekarang hampir 13 tahun waktu terlewati, potongan kenangan kecilku itu semakin lama semakin memudar. Aku tak tahu apa sahabat-sahabat kecilku masih menyimpan potongan itu dalam kenangan mereka, Entah……..


Artikel Terkait

First