Malam ini
sepertinya saya memiliki energi yang lumayan besar untuk menulis. Dan
kesempatan ini yang harus dipergunakan semaksimal mungkin, selagi masih
semangat-semangatnya, marilah MENULIS. ^^. Walaupun sekarang saya mungkin hanya
akan menulis tentang curhatan yang mungkin sebagian pembaca (kalau ada, :p)
it's not
important. hehehee,,,
Bulan ini,
umur saya sudah 22 tahun, diumur segitu seharusnya saya sudah bisa melakukan
banyak hal, seperti teman-teman lain. Kalau teman seangkatan saya sih
kebanyakan sudah lulus kuliah, sudah punya pkerjaan sendiri dan yang pasti
sudah membuat bangga keluarga, terutama orang tua.
Namun
tidak demikian dengan saya, diumur yang makin menua (hik hiks hiks), saya baru
kuliah semester 3, masih menjadi anak manja yang terus menerus mandapat dan
mengharapkan suntikan dana dari orang tua. Walaupun orang tua, terutama ibu
tidak pernah mengeluhkan hal itu, namun saya tahu pasti apa yang ada didalam
hatinya, pasti beliau juga sebenarnya menginginkan saya seperti teman-temn
seumuran, setidaknya sudah lulus kuliah.Namun harapan beliau mungkin tidak akan
terwujud dalam waktu dekat ini.( maafkan anakmu, bu).
Agak
terlambat memang, namun itulah yang harus saya jalani. Saya telah
menyia-nyiakan kesempatan yang pernah saya dapatkan. Kesempatan yang sangat
berharga memang...hmh...dan setiap tindakan pasti punya resiko. Dan resiko
itulah yang harus saya hadapi sekarang, menjadi mahasiswa semester 3 diumur 22
tahun. hmh.
Teman-teman
yang pernah mendengar cerita saya pasti akan langsung berkata " astaga,
alangkah bodohnya kamu ini!, Kenapa? kok bisa kamu sperti itu?"
Banyak juga
yang menyesalkan tindakan yang telah saya lakukan. Saya juga
kadang-kadang merasa menyesal. Tapi bagaimana nasi telah menjadi bubur,
dibuang mubassir, jadi yah dengan sedikit usaha kita tambahkan saja dengan
beberapa sayuran, ayam dan kerupuk maka akan terciptalah bubur ayam yang
lumayan.....(kok ngelantur ke bbur ayam ini?)
Dan
begitulah saya sekarang.
Harus
memulai semuanya dari awal dan akan tertinggal dari teman-teman yang lain.
Walaupun sekali-kali rasa sesal itu membayang namun sebisa mungkin saya
hilangkan dengan kembali fokus untuk menjadi orang yang lebih baik dan tidak
mau jatuh kelubang yang sama untuk kesekian kalinya.

Dan hal yang
paling saya syukuri sekarang adalah bahwa saya masih memiliki KESEMPATAN itu.
Yah, kesempatan untuk KULIAH, kesempatan yang mungkin tidak akan dimiliki oleh
orang lain. Saya bersyukur saya masih memiliki kesempatan kuliah, mengingat
bahwa dahulu saya telah membuang dan menyia-nyiakan kesempatan berharga itu.
Kesempatan yang telah diberikan Allah sang Maha Pemurah pada saya melalui Ibu
saya. Ibu yang tidak pernah menyesal dan mengutuk saya walaupun telah bnyak
mengecewakan (i LOVE U IBU). Beliau dengan usaha yang sangat keras
menyemangati, mendorong dan membiayai kuliah saya. Dan disanalalah saya
sekarang, menjadi mahasiswa tingkat 2 disebuah Universitas Swasta yang masih
banyak diremehkan orang, namun Saya BANGGA menjadi bagian dari Institusi ini.
Banyak hal yang saya dapatkan disana, teman baru, lingkungan baru, dan yang
paling penting saya mendapatkan rasa NYAMAN yang belum pernah saya dapatkan
sebelumnya. ^^
Walaupun
terlambat untuk memulai, namun saya berusaha apa yang saya jalani sekarang akan
membuat bangga dan membahagiakan orang tua, ^^
Karena tidak
ada kata TERLAMBAT untuk BELAJAR.......^^
Memulai
paling akhir, belum tentu kita akan finish diakhir juga.....
Semuanya
tergantung PROSES,,,,,,^^
SAYA YAKIN
AKAN MENJADI ORANG YANG SUKSES...^^
Aamiin !!!
EmoticonEmoticon