Namanya " Kesempatan"

09.11

Malam ini sepertinya saya memiliki energi yang lumayan besar untuk menulis. Dan kesempatan ini yang harus dipergunakan semaksimal mungkin, selagi masih semangat-semangatnya, marilah MENULIS. ^^. Walaupun sekarang saya mungkin hanya akan menulis tentang curhatan yang mungkin sebagian pembaca (kalau ada, :p)

it's not important. hehehee,,,

Bulan ini, umur saya sudah 22 tahun, diumur segitu seharusnya saya sudah bisa melakukan banyak hal, seperti teman-teman lain. Kalau teman seangkatan saya sih kebanyakan sudah lulus kuliah, sudah punya pkerjaan sendiri dan yang pasti sudah membuat bangga keluarga, terutama orang tua.

 Namun tidak demikian dengan saya, diumur yang makin menua (hik hiks hiks), saya baru kuliah semester 3, masih menjadi anak manja yang terus menerus mandapat dan mengharapkan suntikan dana dari orang tua. Walaupun orang tua, terutama ibu tidak pernah mengeluhkan hal itu, namun saya tahu pasti apa yang ada didalam hatinya, pasti beliau juga sebenarnya menginginkan saya seperti teman-temn seumuran, setidaknya sudah lulus kuliah.Namun harapan beliau mungkin tidak akan terwujud dalam waktu dekat ini.( maafkan anakmu, bu).

Agak terlambat memang, namun itulah  yang harus saya jalani. Saya telah menyia-nyiakan kesempatan yang pernah saya dapatkan. Kesempatan yang sangat berharga memang...hmh...dan setiap tindakan pasti punya resiko. Dan resiko itulah yang harus saya hadapi sekarang, menjadi mahasiswa semester 3 diumur 22 tahun. hmh.
Teman-teman yang pernah mendengar cerita saya pasti akan langsung berkata " astaga, alangkah bodohnya kamu ini!, Kenapa? kok bisa kamu sperti itu?"

Banyak juga yang menyesalkan tindakan yang telah saya lakukan. Saya juga kadang-kadang  merasa menyesal. Tapi bagaimana nasi telah menjadi bubur, dibuang mubassir, jadi yah dengan sedikit usaha kita tambahkan saja dengan beberapa sayuran, ayam dan kerupuk maka akan terciptalah bubur ayam yang lumayan.....(kok ngelantur ke bbur ayam ini?)

Dan begitulah saya sekarang.
 Harus memulai semuanya dari awal dan akan tertinggal dari teman-teman yang lain. Walaupun sekali-kali rasa sesal itu membayang namun sebisa mungkin saya hilangkan dengan kembali fokus untuk menjadi orang yang lebih baik dan tidak mau jatuh kelubang yang sama untuk kesekian kalinya.




 


Dan hal yang paling saya syukuri sekarang adalah bahwa saya masih memiliki KESEMPATAN itu. Yah, kesempatan untuk KULIAH, kesempatan yang mungkin tidak akan dimiliki oleh orang lain. Saya bersyukur saya masih memiliki kesempatan kuliah, mengingat bahwa dahulu saya telah membuang dan menyia-nyiakan kesempatan berharga itu. Kesempatan yang telah diberikan Allah sang Maha Pemurah pada saya melalui Ibu saya. Ibu yang tidak pernah menyesal dan mengutuk saya walaupun telah bnyak mengecewakan (i LOVE U IBU). Beliau dengan usaha yang sangat keras menyemangati, mendorong dan membiayai kuliah saya. Dan disanalalah saya sekarang, menjadi mahasiswa tingkat 2 disebuah Universitas Swasta yang masih banyak diremehkan orang, namun Saya BANGGA menjadi bagian dari Institusi ini. Banyak hal yang saya dapatkan disana, teman baru, lingkungan baru, dan yang paling penting saya mendapatkan rasa NYAMAN yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. ^^

Walaupun terlambat untuk memulai, namun saya berusaha apa yang saya jalani sekarang akan membuat bangga dan membahagiakan orang tua, ^^
Karena tidak ada kata TERLAMBAT untuk BELAJAR.......^^
Memulai paling akhir, belum tentu kita akan finish diakhir juga.....
Semuanya tergantung PROSES,,,,,,^^
SAYA YAKIN AKAN MENJADI ORANG YANG SUKSES...^^

Aamiin !!!






Artikel Terkait

Previous
Next Post »