“ Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter
menggantung, mengambang didepan kening kamu. Jadi dia tidak akan pernah lepas
dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu
lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang
sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak
bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan
mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita,
keyakinan diri.”
Itulah
sepenggalan kalimat yang ada di novel 5 cm, karya mas Donny Dhirgantoro.
Kalimat yang sangat memotivasi. Kalimat sederhana namun mampu membakar semangat
kita * setidaknya itu yang saya rasakan setiap membaca kalimat itu.
Novel 5cm Yang telah lusuh*hiks...
Novel
yang pertama saya baca pada tahun 2009. Kesan pertama saat liat tampilan
novelnya, jujur kurang interest dengan cover hitam dan terkesan misterius.
Namun setelah sang empunya novel menyarankan saya untuk membaca buku ini.
Ternyata DAHSYAT. Buku ini memang sangat bagus. Bercerita tentang lima sahabat,
tentang petualangan mereka mendaki gunung Mahameru, persahabatan, perjuangan
dan masih banyak kisah mereka yang membuat buku ini sangat layak untuk dibaca. Ternyata
pepatah ‘ Don’t judge book by the cover’ itu ada benarnya juga.
Dan
sekarang sudah hampir beberapa tahun setelahnya, saya menemukan bahwa 5 cm
telah menjadi candu dimana-mana. Dengan boomingnya tekhnologi dan makin
maraknya situs pertemanan yang ada memungkinkan penyebaran informasi yang ada
berjalan amat sangat cepat. Saya menemukan banyaknya orang-orang yang
termotivasi dengan buku ini, dengan kisahnya, dengan pesan-pesan yang ada
didalamnya.
Saat
ini saya menjadi salah satu anggota di sebuah komunitas disalah satu jejaring
sosial. Di Komunitas itu, orang-orang dari berbagai macam daerah, beragam umur,
berbagai macam latar belakang pendidikan dan profesi berbaur menjadi satu.
Mereka bersahabat dan berbaur satu sama lain. Mereka berbagi tanpa
membeda-bedakan suku, agama dan ras. Hanya satu tujuan mereka, Berbagi dan
menjalin persahabatan tanpa adanya sekat perbedaan. Mereka bercanda, saling
menasehati, mendengarkan cerita satu sama lain,apapun yang mereka lakukan
adalah hal yang menyenangkan…
Namun
sebagai salah satu anggota yang terbilang baru, saya merasa masih sering
mengalami kesulitan untuk berbaur dengan mereka. Padahal saya juga ingin
seperti teman-teman yang lain yang bisa berceloteh dengan riangnya. Berbagi dan
berinteraksi satu sama lain. Saya juga ingin mendapatkan sahabat-sahabat baru
yang bisa menularkan energy positifnya kepada saya. Sekarang saya juga sudah mulai
sering memposting sesuatu disana, mengomentari kiriman-kiriman teman yang lain,
setelah sebelumnya saya merasa kesulitan tidak tahu apa yang harus dilakukan
untuk berbaur dengan mereka. Setidaknya sekarang saya telah mengenal beberapa
dari mereka walaupun belum terlalu akrab. Untuk sementara saling mengenal dulu
sudah lumayan. Bukankah ada kalimat bijak yang mengatakan ‘ tak kenal maka tak
sayang’…..hehehe.
Dan
sebentar lagi,untuk daerah Makassar aka nada meet and greet dengan sang penulis
5 CM, mas Donny. Moment yang sangat dinantikan oleh para ranger * sebutan untuk
anggota komunitas, terinspirasi dari 5 cm*, khususnya Ranger Makassar. Dan
untunglah pada hari H nanti saya libur kuliah. Saya berharap sekali bisa hadir
dan berbaur dengan teman-teman yang akan menjadi sahabat-sahabat saya suatu
saat nanti *hopefully….
Yah
semuanya memang punya prosesnya sendiri-sendiri. Dan seperti yang saya jalani
itu juga sebagian kecil dari proses hidup yang saya lalui. Mampukah saya
melalui proses ini dan menjadi seorang JUARA……Itu semua tergantung pada saya
sendiri. Proses yang sekarang saya jalani adalah mengenal orang-orang baru yang
pada suatu saat nanti bisa menjadi sahabat saya. Karena memang dari kecil saya
belum pernah memiliki sahabat seperti yang saya baca dibuku, lihat di tv, dan
pada umumnya dimiliki oleh orang lain. Saya adalah orang yang selalu menutup
diri dari orang lain, saya pribadi yang sangat susah percaya pada orang lain.
Kemarin-kemarin saya berfikir bahwa sepertinya sahabat itu tidak terlalu
penting. Namun sekarang sepertinya saya butuh sosok itu. Sosok yang bisa saya
percaya, sosok yang bisa menegur dan menasehati saya, sosok yang bisa berbagi
duka dan suka bersama.
Yah,
Semoga dengan proses yang ada saya mampu mendapatkan sosok itu….Sahabat…..^^
EmoticonEmoticon