Sahabat dan 5 cm

07.37

 “ Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung, mengambang didepan kening kamu. Jadi dia tidak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri.”

Itulah sepenggalan kalimat yang ada di novel 5 cm, karya mas Donny Dhirgantoro. Kalimat yang sangat memotivasi. Kalimat sederhana namun mampu membakar semangat kita * setidaknya itu yang saya rasakan setiap membaca kalimat itu.
 Novel 5cm Yang telah lusuh*hiks...




Novel yang pertama saya baca pada tahun 2009. Kesan pertama saat liat tampilan novelnya, jujur kurang interest dengan cover hitam dan terkesan misterius. Namun setelah sang empunya novel menyarankan saya untuk membaca buku ini. Ternyata DAHSYAT. Buku ini memang sangat bagus. Bercerita tentang lima sahabat, tentang petualangan mereka mendaki gunung Mahameru, persahabatan, perjuangan dan masih banyak kisah mereka yang membuat buku ini sangat layak untuk dibaca. Ternyata pepatah ‘ Don’t judge book by the cover’ itu ada benarnya juga.
Dan sekarang sudah hampir beberapa tahun setelahnya, saya menemukan bahwa 5 cm telah menjadi candu dimana-mana. Dengan boomingnya tekhnologi dan makin maraknya situs pertemanan yang ada memungkinkan penyebaran informasi yang ada berjalan amat sangat cepat. Saya  menemukan banyaknya orang-orang yang termotivasi dengan buku ini, dengan kisahnya, dengan pesan-pesan yang ada didalamnya.
Saat ini saya menjadi salah satu anggota di sebuah komunitas disalah satu jejaring sosial. Di Komunitas itu, orang-orang dari berbagai macam daerah, beragam umur, berbagai macam latar belakang pendidikan dan profesi berbaur menjadi satu. Mereka bersahabat dan berbaur satu sama lain. Mereka berbagi tanpa membeda-bedakan suku, agama dan ras. Hanya satu tujuan mereka, Berbagi dan menjalin persahabatan tanpa adanya sekat perbedaan. Mereka bercanda, saling menasehati, mendengarkan cerita satu sama lain,apapun yang mereka lakukan adalah hal yang menyenangkan…
Namun sebagai salah satu anggota yang terbilang baru, saya merasa masih sering mengalami kesulitan untuk berbaur dengan mereka. Padahal saya juga ingin seperti teman-teman yang lain yang bisa berceloteh dengan riangnya. Berbagi dan berinteraksi satu sama lain. Saya juga ingin mendapatkan sahabat-sahabat baru yang bisa menularkan energy positifnya kepada saya. Sekarang saya juga sudah mulai sering memposting sesuatu disana, mengomentari kiriman-kiriman teman yang lain, setelah sebelumnya saya merasa kesulitan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk berbaur dengan mereka. Setidaknya sekarang saya telah mengenal beberapa dari mereka walaupun belum terlalu akrab. Untuk sementara saling mengenal dulu sudah lumayan. Bukankah ada kalimat bijak yang mengatakan ‘ tak kenal maka tak sayang’…..hehehe.
Dan sebentar lagi,untuk daerah Makassar aka nada meet and greet dengan sang penulis 5 CM, mas Donny. Moment yang sangat dinantikan oleh para ranger * sebutan untuk anggota komunitas, terinspirasi dari 5 cm*, khususnya Ranger Makassar. Dan untunglah pada hari H nanti saya libur kuliah. Saya berharap sekali bisa hadir dan berbaur dengan teman-teman yang akan menjadi sahabat-sahabat saya suatu saat nanti *hopefully….


Yah semuanya memang punya prosesnya sendiri-sendiri. Dan seperti yang saya jalani itu juga sebagian kecil dari proses hidup yang saya lalui. Mampukah saya melalui proses ini dan menjadi seorang JUARA……Itu semua tergantung pada saya sendiri. Proses yang sekarang saya jalani adalah mengenal orang-orang baru yang pada suatu saat nanti bisa menjadi sahabat saya. Karena memang dari kecil saya belum pernah memiliki sahabat seperti yang saya baca dibuku, lihat di tv, dan pada umumnya dimiliki oleh orang lain. Saya adalah orang yang selalu menutup diri dari orang lain, saya pribadi yang sangat susah percaya pada orang lain. Kemarin-kemarin saya berfikir bahwa sepertinya sahabat itu tidak terlalu penting. Namun sekarang sepertinya saya butuh sosok itu. Sosok yang bisa saya percaya, sosok yang bisa menegur dan menasehati saya, sosok yang bisa berbagi duka dan suka bersama.
Yah, Semoga dengan proses yang ada saya mampu mendapatkan sosok itu….Sahabat…..^^





Artikel Terkait

Previous
Next Post »