Tampilkan postingan dengan label Curcol Ceria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curcol Ceria. Tampilkan semua postingan

Sebuah renungan

18.55 0
Ketika aku pergi....
Terhenyak dan terdiam sesaat..ketika ditengah perjalanku hari ini...kulihat rombongan yg sedang menggotong jenazah.seseorang...tak banyak berkata..hanya bisa mendoakan semoga siapapun beliau..beliau bisa mendaptkan tempat yg layak disisi-Mu ya Rabb.
Pemandangan ini mungkin biasa..krna kematian adalah hal yg lumrah dan hampir bisa dkatakan bisa terjadi setiap hari...
Kematian adalah takdir yg telah digariskan dalam hidup seorang hamba. Batas waktu yang telah diberikan sang Empunya kehidupan..
Apa yang menarik perhatianku?
Tak lain dan tak bukan..aku berpikir seandainya yg digotong itu aku...bagaimana?
Tentunya tak akan bagaimana-bagaimana...
Yang menjadi kerisauanku adalah...
Apakah aku sudah melakukan banyak hal yang bermanfaat bagi diriku dan orang yang diskitarku?
Bagaimanakah orang akan mengenangku setelah aku pergi?
Apakah aku sudah menggunakan waktuku dengan baik sebagai seorang hamba yang diutus Rabbnya untuk menjadi seorang yang bisa menjadi hamba yang sesungguhnya?
Ah..pertanyaan-pertanyaan itu.
Sungguh sangat celakalah aku.ketika ternyata hidup yang  kumiliki tak pernah bermanfaat bagi orang lain walaupun hanya sebesar biji Zarrah...
Alangkah tercelanya hidupku, ketika aku hanya dikenang sbagai manusia yang manja,tak bertanggung jawab, tidak prnah menolong,dan tak pernah melakukan apa-apa...
Alangkah berdosanya aku, ketika aku hanya bisa menabung dosa.dan melakukan hal-hal yang tercela dan tak pernah menjadi hamba yang taat dan patuh...
Ya Rabb..seseingkat dan selama apapun waktu yang Engkau berikan kepadaku, semoga aku bisa menjalankan hidupku sesuai dengan perintahmu.
Jangan biarkan aku terjatuh dalam kubangan dosa lagi dan lagi.
Berikan kekuatan untuk selalu melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi orang disekitarku..
Amiin..
#catatan kecil perjalananku.

-No tilte for This...

05.49 0

Ada sebongkah rasa yang tak kutahu pasti kapan ia mulai bersemayam disni.
Ada sepucuk harap yang setiap detiknya mulai kubingkai.
Ah….harap itu kini terpilin menjadi sebuah doa

Tak kutahu pasti kapan semuanya akan menjadi nyata….
Ya semuanya masih menjadi rahasia…
Rahasia yang masih tersimpan rapi di Arsy-Mu


Aku akan tetap memandang birunya langit-Mu…
Sampai semuanya telah menjadi nyata.





 Aku yang kembali tersenyum setelah melihatnya....^^
no title

no title

06.49 0

Beberapa hari ini berfikir dan berfikir sepertinya ada yang salah dengan semua ini. Bukan maksud hati menyalahkan keadaan atau siapa-siapa. Tapi sekadar hanya untuk introspeksi diri.
Kata orang bijak apa yang kita tanam itu yang kita tuai. Ketika kita menanam tomat ya ndak mungkin donk tumbuhnya jeruk #ya iyalah. Dan itulah yang aku rasakan sekarang. Mungkin selama ini sikapku terlalu egois dan mau menang sendiri. Tidak pernah memperhatikan dan menghiraukan perasaan orang lain, hanya tahunya semuanya bagus untuk diri sendiri. Dan inilah saya beberapa waktu belakangan. Menjadi sosok ambisius yang egois. Aku sudah terlalu kejam untuk semua ini.
Dan ketika aku ada pada posisi terabaikan, aku tidak bisa menerima itu. Aku terpuruk dan kecewa habis-habisan. Mengutuk dan merutuk dalam hati. Tapi pantaskah aku bersikap demikian?
Sepertinya tidak, tidak pantas aku menyalahkan siapa-siapa disini. Ini karena keegoisanku. Keegoisan yang membuat orang tidak akan nyaman. Yah seharusnya semua ini berubah. Tepatnya aku yang berubah. Menjadi orang yang lebih berempati dan menghargai orang lain.
Ya aku harus memulai untuk berubah.




I'M confused..

07.08 0

Galau….galau dan galau

Inilah perasaanku beberapa hari ini. Rasa jenuh yang mengurangi semangat. Ditambah lagi berita yang disampaikan ibu lewat telepon tadi. Entahlah bagaimana aku harus bersikap dengan semua ini. Apakah menganggap ini musibah atau justru anugerah???

Ibu akan berpisah dengan bapak.
Seperti biasa setelah bertengkar hebat. Ibu memutuskan untuk berpisah. Sebenarnya dari dulu aku telah mengira semua ini akan terjadi. Entah kemarin, besok atau lusa. Lambat laun hal itu akan terjadi juga. Jadi sebenarnya mentalku sudah terbiasa dengan hal ini. 

Sejak kecil aku dan adik-adik sebenarnya telah terbiasa dengan pertengkaran hebat dlam keluarga kami. Pertengkaran yang selalu diakhiri dengan perginya ibu dari rumah. Aku dan adik-adik yang menyaksikan pertengkaran itu sebenarnya belum mengerti betul apa duduk persoalan yang sebenarnya. Kami terlalu kecil untuk mengerti masalh rumit yang dihadapi bapak dan ibu. Yang aku ingat hanya suara tinggi yang bersahut-sahutan sampai kedengaran tetangga kami. Suara perabotan rumah yang yang dibanting dan makian kasar yang dikeluarkan oleh keduanya. Yang aku tahu setelah bertengkar ibu akan pergi dari rumah untuk beberapa lama. Dan kami akan menginap dirumah nenek. Tetangga juga mengenal bapak dan ibu sebagai pasangan yang bermasalah.

Semakin kesini akhirnya aku dan adik-adik semakin mengerti keadaan keluarga kami. Keluarga kami tidak seperti keluarga teman-teman yang lain. Teman-temanku memiliki keluarga yang bahagia. Bapak dan ibu yang saling mencintai,saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Bapak yang menyayangi anak-anaknya, senantiasa menjadi tempat anak-anaknya bercerita, bapak yang bisa diajak bercanda dan tertawa bersama. Bapakku bukan sperti itu, dia orang yang kaku kepada kami,namun entah mengapa kalau dengan anak-anak tetangga dia sangat ramah dan bersahabat. Diluar rumah dia bisa menjadi lelaki yang menyenangkan, pemurah dan baik hati. Namun setelah sampai dirumah perangainya berubah 360%. Dia menjadi orang lain yang super meyebalkan bagi kami. Dia menganggap aku,adik-adik dan ibu seakan-akan orang asing dirumah itu.

Aku dan adik-adik dibesarkan dengan hal-hal seperti itu. Dengan kasih sayang yang tidak seimbang antara bapak dan ibu. Maka wajrlah rasanya kami tumbuh menjadi anak-anak yang kasar, pemalu, maunya menang sendiri, tertutup dan tidak bisa berbagi cerita dengan orang  lain. Sosok bapak tidak pernah kami kenal. Hanya sosok laki-laki kasar dan semaunya yang kami kenal. Kami kekurangan kasih sayang dari sosok yang harusnya selalu ada bagi keluarga kami. 

Kusadari ataupun tidak, aku senantiasa iri dengan anak-anak yang lain. Aku juga ingin punya bapak sperti mereka. Sangat ingin. Aku merindukan sosok bapak. Sangat merindukan ssok pemimpin keluarga seperti seharusnya. Hmh.,,,,,setiap hari aku senantiasa berharap semoga dia bisa berubah,namun akhir-akhir ini kelakuannya tambah menjadi-jadi. Sampai-sampai ibuku yang kukenal sebagi wanita yang sangat sabar ternyata sudah tidak tahan dengan bapak. Dan keputusan itupun diambil……
Yah, keputusan untuk berpisah….

Aku bisa memahami kenapa semua ini terjadi. Namun yang tidak aku pahami kenapa sikap bapak kepada kami sperti itu. Apa alasan yang membuat dia memperlakukan kami sperti itu. Aku belum bisa jalan pikirannya, belum bisa menebak apa yang ia pikirkan. Hanya dia dan Allah yang tahu apa sebenarnya yang ada dalam hatinya. Aku juga tidak mau menerka-nerka.
Biarkanlah semua ini berjalan seperti seharusnya,,aku sudah pasrah apapun yang terjadi….Perasaannku juga sudah dari dulu berubah, hampa, hambar dan semuanya menjenuhkan. Kehangatan keluarga tidak pernah aku rasakan, walaupun dalam hari Besar sperti hari Raya. Mereka juga tetap bertengkar. Itu yang membuat aku menjadi orang yang tertutup sperti ini. Menjadi anak dengan mental yang lemah, Gampang menyerah, tidak mampu percaya kepaad orang lain dan sangat mudah berfikir negative pada orang lain. 




Ya aku sperti itu, 

Aku tahu tidak seharusnya aku menyalahkan siapa2, bahkan bapak sekalipun. Aku bersikap kan atas kemauanku sendri. Aku seharusnya ikhlas dan bisa menerima semua yang terjadi. Namun sampai detik ini aku blum bisa ikhlas dan menerima semua ini. Sampai saat ini aku masih menyalahkan orang lain untuk  semuanya. Aku blum bisa ikhlas….Ya Allah aku bingung dan gamang.

Ya Allah aku belum rela dengan semua ini…….






.

Jenuh, Bored,Suntuk,de el el

23.17 0

Siang hari yang panas, angin bertiup tidak begitu kencang. Lumayan membuat beberapa orang disiang hari ini mengeluh. Sekarang lagi musim kemarau disini, mungkin bukan hanya disini tapi hampir semua daerah yang ada dinegeri ini. Musim kemarau yang sepertinya jauh lebih lama dari sebelumnya. Entah karena pengaruh global Warming yang lagi marak dibahas dalam seminar Lingkungan dimana-mana atau memang Sang Pencipta sedang memberikan ujian buat kita. Yah ujian kesabaran, seberapa banyak kita mengeluh dan menyalahkan keadaan.
Siang ini seperti biasa saya berdiam didalam kamar kost dan tidak kemana-kemana. Kamar kost berukuran 4x5 yang lumayan lapang ditempati oleh dua orang kakak beradik yang selalu bersitegang namun sebenarnya saling sayang dan saling membutuhkan…*so sweet

Hari ini terlewati seperti hari-hari kemarin…

Saya bangun jam 10 pagi menjelang siang, setelah begadang sampai jam 00.30 semalam. Bangun tidur, mencuci piring, masak, menyiapkan makan, beres-beres kamar, makan, mandi dan kegiatan lainnya. Saya seperti DE JAVU setiap harinya mengulang kegiatan yang sama, dengan ritme dan irama yang nyaris sama. Mungkin ini dampak dari libur kuliah yang hampir 2 bulan, sehingga setiap harinya saya hanya menghabiskan waktu dengan kegiatan yang sama. Tanpa ada variasi sedikitpun. Virus M alias malas sepertinya sedang bersahabat dengan saya akhir-akhir ini. Karena berada terus di zona nyaman saya terserang virus yang membuat saya enggan untuk melakukan hal yang baru. Tanpa terasa rasa jenuh itu seringkali datang menyapa akhir-akhir ini. Otak dan tubuh seprti berontak ingin sesuatu yang baru, sesuatu yang bisa menjadi suplemen otak dan tubuh sehingga virus yang ada bisa ditekan sedikit demi sedikit.  Ya saya memang jenuh dengan kegiatan yang senantiasa sama ini. Namun saya juga bingung kegiatan apa yang bisa saya lakukan untuk memutus mata rantai perkembangan Virus M ini. Mau hang out, dana sangat terbatas, karena beasiswa IBU belum cair*hihihi. Padahal untk hang out kan harus ada modal, ntar saya nekat hang out kemana gitu dan hasilnya saya tidak bisa pulang* hiks,,,mngerikan bukan.



Jadi pada akhirnya hanya ada beberapa alternatif yang dapat saya lakukan, membaca novel yang belum saya selesaikan, atau menulis resume tugas dari SK yang deadlinenya itu hari Ahad. Tapi entahlah, mungkin karena serangan Virus M ini memang hebat jadi tetap saja tidak semangat untuk memulai. Online dan bertemu teman-teman dunia maya via sosial network memang lumayan menghibur namun tetap saja jenuh. Sepertinya saya membutuhkan sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda. Tapi apa yah???


Yah bingung juga. Saya hanya  berharap bisa mendapatkan sebuah ide yang bisa mengurangi rasa jenuh yang menggerogoti ini * hiks.  Ide yang brilian namun murah meriah*teteup anak kost gitu. Semoga dengan menuangkan tulisan ini, saya bisa mendapatkan pencerahan* hueeekkk.  Yap, dengan tulisan ini setidaknya uneg-uneg yang ada bisa tersalurkan dengan baik. *Amiin


Pokoknya judulnya jenuh,,,,,,
I need something new and different…..
Something yang bisa menambah semangat dan membuat hidup lebih ceria lagi……


 Sampai tulisan ini dipublish, penulis belum dapat ide apa2 pemirsahhhh......